Solo Raya

Digelontor Rp 7,828 Miliar dari APBD, Revitalisasi Alun-alun Klaten di Sebut Tak Rapi

Digelontor Rp 7,828 Miliar dari APBD, Revitalisasi Alun-alun Klaten di Sebut Tak Rapi
Foto: Komisi 3 DPRD Klaten bersama Dinas Perwaskim meninjau Alun-alun Kota Klaten yang baru selesai direvitalisasi. (Dok) 
Selasa, 24 Jan 2023  09:15   |   Dibaca: 175

KLATEN - Komisi 3 DPRD Klaten melakukan inspeksi mendadak (sidak) Alun-alun Klaten Kota Klaten yang baru selesai direvitalisasi, pekan lalu. 

Mereka mengecek kondisi alun-alun yang baru selesai direvitalisasi senilai Rp 7,828 miliar dari APBD Klaten 2022 itu.

Sidak yang diikuti 10 anggota Komisi 3 itu dipimpin Ketua Komisi 3 DPRD Klaten, Dalono dan Wakil Ketua Suratno.

Tampak hadir Kepala Dinas Perwaskim Klaten Pramana Agus Wijanarka bersama staf dan perwakilan Konsultan Pengawas dari PT Kalaprana.

Setelah berkeliling meninjau Alun-alun Klaten, mereka menemukan sejumlah pekerjaan yang tidak rapi, terutama di bagian ornamen yang terkesan asal jadi, juga banyak pulang keramik yang pecah karena kosong bagian dalamnya.

Pada tatanan batu alam juga banyak belepotan semen, bahkan ada celah yang tidak terisi nat. Pemasangan kabel juga tidak ditanam sehingga tidak rapi. Yang paling gampang dilihat terutama pada ornamen dari akrilik berangka besi, banyak yang pecah, mengelupas, tidak rapat dan tidak presisi.

"Pekerjaannya, menurut pengamatan Komisi 3, masih asal-asalan. Banyak yang tidak rapi, terutama pada ornamen, lantai keramik dan masih banyak lagi," kata Ketua Komisi 3 DPRD Klaten, Dalono.

Komisi 3 melakukan sidak untuk pengecekan proyek tahun 2022, dan adanya informasi dari masyarakat terkait kerusakan setelah dipakai untuk perayaan malam tahun baru. Ternyata hasil cek lapangan menunjukkan banyak pekerjaan yang kurang bagus. 

Sebelumnya, Wakil Bupati Klaten Yoga Hardaya juga mengungkapkan kekecewaannya terhadap pengerjaan proyek Alun-alun Klaten. Saat sidak, dia melihat banyak pekerjaan yang tidak rapi.

"Kami mendesak agar segera dilakukan pembenahan, apa-apa yang perlu dibenahi. Banyak sekali yang perlu dibenahi, banyak lubang, keramiknya juga tidak rapi, bahkan sudah pecah. Tamannya juga belum terlihat seperti taman. Ornamennya dilihat sekilas saja tampak pating jepat (tidak rapi)," ujar Dalono.

Wakil Komisi 3 Sutarno mengatakan, proyek revitalisasi Alun-alun Klaten masih dalam tahap pemeliharaan. Dia berharap pekerjaan yang belum rapi agar dirapikan.

Kepala Dinas Perwaskim Pramana Agus Wijanarka mengatakan, pihaknya sudah berkomunikasi dengan kontraktor pelaksana untuk segera melakukan perbaikan.

"Saat ini, bagian ornamen sisi utara sudah dicopot untuk diperbaiki, nanti dikerjakan secara bertahap," kata dia.

Revitalisasi alun-alun Kota Klaten dibiayai Rp 7,828 miliar dari APBD Klaten 2022 dengan konsultan pengawas PT Kalaprana dan kontraktor pelaksana CV Tanaman Berkarya, Bantul, DIY.

Proyek dimulai 30 Juni 2022 dengan masa kerja 160 hari. Namun proyek yang ditargetkan rampung pada 6 Desember 2022 itu molor hingga akhir Desember 2022, sebelum perayaan malam tahun baru.*(sam/her) 

TAG:
Berita Terkait
Fokus
Populer
Populer
Tabloid Media Aliansi Indonesia
<