Wabah Campak Tewaskan 17 Anak di Sumenep, Pemerintah Gelar Vaksinasi Massal
Untuk memaksimalkan program, Pemprov Jatim juga mendapat dukungan tenaga kesehatan dari Universitas Airlangga (Unair) Surabaya.
Tim medis dan paramedis Unair diterjunkan untuk membantu mempercepat proses vaksinasi di berbagai wilayah, termasuk daerah yang sulit dijangkau.
Khofifah menegaskan, imunisasi tidak hanya difokuskan di wilayah kota, tetapi juga menjangkau pelosok.
“Imunisasi campak digelar serentak di Sumenep. Sedikitnya 9.825 vaksin disiapkan dari Kementerian Kesehatan, ditambah bantuan vitamin A dari Pemprov Jatim. Universitas Airlangga juga mengirim tim tenaga kesehatan, baik medis maupun paramedis. Vaksinasi harus menjangkau daerah yang belum terlayani, agar seluruh anak di Sumenep bisa mendapat imunisasi maupun booster campak,” ujar Khofifah, Selasa (26/8/2025).
Pemprov Jatim menargetkan 95% anak di Sumenep mendapatkan vaksinasi campak. Program ini digencarkan menyusul tingginya kasus campak di Sumenep. Sebelumnya, tercatat lebih dari 2.000 kasus campak dengan 17 anak meninggal dunia.
Dengan adanya imunisasi massal, pemerintah berharap penyebaran penyakit campak bisa ditekan, sekaligus mencegah terulangnya kasus serupa di masa mendatang.

