Inggris vs Argentina: Awal sejarah lahirnya kartu kuning dan kartu merah
Inggris dan Argentina sama-sama lolos ke semifinal Piala Dunia setelah mengalahkan lawan-lawannya, sama-sama melalui perpanjangan waktu.
Inggris terlebih dahulu mengalahkan Norwegia 2-1 dan beberapa jam kemudian giliran Argentina mengalahkan Swiss 3-1.
Kedua tim nasional akan saling bertemu di semifinal, sementara semifinal lainnya Spanyol bentrok dengan Prancis.
Inggris dan Argentina terlibat rivalitas panjang, dan salah satu jejak rivalitas itu adalah gol "tangan Tuhan" Diego Maradona ke gawang Inggris pada perempat final Piala Dunia 1986 di Meksiko.
Jauh sebelum momen ikonik di 1986 itu, rivalitas kedua tim telah melahirkan pertandingan panas pada perempat Piala Dunia 1966 i Inggris, yang kemudian menginspirasi lahirnya peraturan kartu kuning dan kartu merah wasit.
Waktu itu wasitnya berasal dari Jerman bernama Rudolf Kreitlein.
Saat perempat final yang panas antara Inggris yang menjadi tuan rumah bertanding dengan Argentina, kapten Argentina bernama Antonio Rattin melakukan pelanggaran keras.
Melihat itu, Kreitlein pun mengeluarkan kapten itu sambil berbicara dengan bahasa yang tidak dimengerti oleh Rattin.
Karena tidak paham, Rattin pun tetap di lapangan dan tidak meninggalkan lapangan, sampai seorang wasit Inggris bernama Ken Aston yang sedikit dapat berbahasa Spanyol meminta Rattin untuk meninggalkan lapangan karena melakukan pelanggaran.


