Inggris vs Argentina: Awal sejarah lahirnya kartu kuning dan kartu merah

Inggris vs Argentina: Awal sejarah lahirnya kartu kuning dan kartu merah
Foto: Pemain Swiss, Breel Embolo, mendapat kartu merah setelah menerima kartu kuning kedua karena diving saat laga perempat final kontra Argentina.
OLAHRAGA
Minggu, 12 Jul 2026  16:32

Inggris dan Argentina sama-sama lolos ke semifinal Piala Dunia setelah mengalahkan lawan-lawannya, sama-sama melalui perpanjangan waktu.

Inggris terlebih dahulu mengalahkan Norwegia 2-1 dan beberapa jam kemudian giliran Argentina mengalahkan Swiss 3-1.

Kedua tim nasional akan saling bertemu di semifinal, sementara semifinal lainnya Spanyol bentrok dengan Prancis.

Inggris dan Argentina terlibat rivalitas panjang, dan salah satu jejak rivalitas itu adalah gol "tangan Tuhan" Diego Maradona ke gawang Inggris pada perempat final Piala Dunia 1986 di Meksiko.

Jauh sebelum momen ikonik di 1986 itu, rivalitas kedua tim telah melahirkan pertandingan panas pada perempat Piala Dunia 1966 i Inggris, yang kemudian menginspirasi lahirnya peraturan kartu kuning dan kartu merah wasit.

Waktu itu wasitnya berasal dari Jerman bernama Rudolf Kreitlein.

Saat perempat final yang panas antara Inggris yang menjadi tuan rumah bertanding dengan Argentina, kapten Argentina bernama Antonio Rattin melakukan pelanggaran keras.

Melihat itu, Kreitlein pun mengeluarkan kapten itu sambil berbicara dengan bahasa yang tidak dimengerti oleh Rattin.

Karena tidak paham, Rattin pun tetap di lapangan dan tidak meninggalkan lapangan, sampai seorang wasit Inggris bernama Ken Aston yang sedikit dapat berbahasa Spanyol meminta Rattin untuk meninggalkan lapangan karena melakukan pelanggaran. 

Berawal dari kasus inilah, Ken Aston berpikir harus ada sesuatu yang universal dan dipahami oleh semua orang saat wasit memberikan peringatan kepada pemain. 

Di tengah perjalanan pulangnya Aston pun terinspirasi dari warna lampu lalu lintas. 

Ia terpikir untuk menggunakan dua buah kartu sebagai tanda hukuman kepada pemain, yaitu warna merah dan kuning.

Idenya ini kemudian diterima oleh FIFA. Pada Piala Dunia 1970, kartu kuning dan merah kali pertama digunakan.

TAG:
#kartu kuning
#kartu merah
#piala dunia 2026
#inggris
#argentina
Berita Terkait
Piala Dunia 2026: Inggris menang pengalaman, Norwegia punya Haaland sebagai ancaman
Piala Dunia 2026: Inggris menang pengalaman, Norwegia punya Haaland sebagai ancaman
Piala Dunia 2026: Inggris menang pengalaman, Norwegia punya Haaland sebagai ancaman
Piala Dunia 2026: Inggris menang pengalaman, Norwegia punya Haaland sebagai ancaman
Rekomendasi
1
2
3
4
5
6
7
Tak terima ditegur terobos perlintasan KA, pemotor keroyok petugas
Jembrana Bali diguncang gempa dua kali malam ini
Pembalakan liar "berjamaah" di Sumurkondang, dari oknum petugas hingga oknum penggiat lingkungan hidup diduga terlibat
Yayasan Pendidikan Bina Jaya Sukses Gelar Pembukaan MPLS 2026
Banjir kritikan, DPR akui Pengalihan Kasus Febrie Adriansyah tak diatur KUHAP
Indeks Berita