Bimtek Desa Bersinar di Muara Enim Dinilai Punya Dasar Pelaksanaan, Kontribusi Peserta Perlu Dilihat Secara Objektif

Ilustrasi
Sabtu, 08 Agu 2026  11:33

Menurutnya, persoalan narkotika tidak hanya menjadi tanggung jawab aparat penegak hukum, tetapi membutuhkan keterlibatan pemerintah daerah, pemerintah desa, masyarakat dan berbagai unsur lainnya.

Pemerintah desa memiliki posisi strategis karena berada langsung di tengah masyarakat.

Oleh sebab itu, peningkatan kapasitas aparatur desa mengenai bahaya narkoba, pencegahan penyalahgunaan narkotika serta penguatan peran masyarakat dapat menjadi bagian dari upaya membangun desa yang bersih dari narkoba, sepanjang materi, narasumber, metode pelaksanaan dan output kegiatan sesuai dengan kebutuhan serta ketentuan yang berlaku.

“Bimtek Desa Bersinar menurut saya memiliki manfaat bagi perangkat desa, terutama untuk meningkatkan pemahaman mengenai bahaya narkoba dan bagaimana upaya pencegahannya dapat dilakukan di lingkungan desa,” ujarnya.

Meski menilai kegiatan tersebut memiliki manfaat, M. Syafik menegaskan keberhasilan Bimtek tidak boleh hanya diukur dari terlaksananya kegiatan atau diterimanya sertifikat oleh peserta.

Menurutnya, hal yang jauh lebih penting adalah hasil atau output setelah Bimtek dilaksanakan.

Aparatur desa yang mengikuti kegiatan diharapkan mampu meneruskan pengetahuan yang diperoleh kepada masyarakat dan mengimplementasikannya dalam program pencegahan penyalahgunaan narkoba di desa masing-masing.

«“Yang tidak kalah penting adalah hasil setelah Bimtek dilaksanakan. Jangan sampai kegiatan hanya selesai pada saat pelatihan. Harus ada tindak lanjut dan manfaat yang dirasakan masyarakat,” tegasnya.»

Ia menambahkan, apabila kegiatan tersebut benar-benar diarahkan untuk meningkatkan kapasitas aparatur desa dalam pencegahan narkoba, maka harus terlihat adanya tindak lanjut yang konkret.

Berita Terkait
Selengkapnya