Waspadai Hepatitis Akut

Waspadai Hepatitis Akut
 
KESEHATAN
Senin, 09 Mei 2022  11:18

Kemenkes Republik Indonesia juga melakukan penyelidikan epidemiologi (surveilans) lintas sektoral untuk mengantisipasi hepatitisakut yang tidak diketahui penyebabnya (acute hepatitis of unknown aetiolog).  

Pemerintah juga telah mengeluarkan surat edaran yang ditujukan kepada fasilitas layanan kesehatan, pemerintah daerah, kantor kesehatan pelabuhan (KKP), dan pemangku kepentingan, untuk memberikan dukungan dan kewaspadaan dini terhadap penemuan kasus hepatitis akut yang tidak diketahui penyebabnya tersebut.  

Upaya tersebut patut diapresiasi. Tentu masyarakat masih ingat di awal munculnya COVID-19. Ketika penyakit ini menyebar di berbagai negara, pejabat yang berwenang di tanah air justru bersikap santai. Bahkan cenderung menggampangkan dengan berbagai pernyataan yang jejak digitalnya masih bisa dilacak. Artinya, jangan sampai kejadian serupa terulang. Antisipasi sejak dini sangat perlu dilakukan.

Jangan sampai lengah. Minimal sosialisasi ke masyarakat harus segera dilakukan. Karena berbagai informasi soal penyakit ini sudah menyebar lewat sosial media di masyarakat. Termasuk berita hoaks. Salah satunya bahwa hepatitis akut dikaitkan dengan vaksin COVID-19. Kabar yang secara resmi telah dibantah oleh Kemenkes.  

Hingga saat ini hepatitis akut masih diteliti oleh instansi terkait yang berwenang. Namun, tidak ada salahnya mengikuti saran yang disampaikan Ketua Umum Pengurus Pusat Ikatan Dokter Anak Indonesia (PP IDAI) dr Piprim Basarah Yanuarso, SpA(K) yang mengimbau agar masyarakat tetap tenang dan berhati-hati. Untuk mencegah infeksi terhadap penyakit tersebut dilakukan dengan mencuci tangan, meminum air bersih yang matang, makan makanan yang bersih dan matang, membuang tinja atau popok sekali pakai pada tempatnya, menggunakan alat makan pribadi, memakai masker dan menjaga jarak.  

Masyarakat mau tidak mau memang harus tetap menjalankan protokol kesehatan dengan ketat. Selain untuk mencegah COVID-19 yang melandai agar tidak kembali naik usai libur lebaran, setidaknya juga mengantisipasi hepatitisakut.  

Selain langkah pencegahan di atas, pemerintah lewat badan terkait, sekali lagi jangan sampai lengah. Harus segera mengambil langkah-langkah kongkrit jika di lapangan ditemukan pasien dengan gejala terindikasi hepatitisakut. Jangan sampai penyakit ini makin menyebar. Langkah buruk saat pandemi COVID-19 baru muncul harus menjadi catatan penting. Jangan sampai terulang. Waspada.  

<<
1
2
Tampilkan Semua
TAG:
#hepatitis
#covid 19
#pandemi
Berita Terkait
Rekomendasi
1
2
3
Indeks Berita