Sulit Turun, Kabupaten Sragen di Sebut Daerah Termiskin se-Karesidenan Surakarta

Sulit Turun, Kabupaten Sragen di Sebut Daerah Termiskin se-Karesidenan Surakarta
 
SOLO RAYA
Jumat, 25 Ags 2023  17:05

SRAGEN - Para politikus pernah mengkritik dan menilai angka kemiskinan di Indonesia terus bertambah akibat dari pelemahan pertumbuhan ekonomi, sehingga menyebabkan penurunan daya beli masyarakat dan berujung meningkatnya jumlah masyarakat miskin di Tanah Air.

Mereka menyentil, untuk mencegah agar penurunan pertumbuhan ekonomi serta jumlah masyarakat miskin terus bertambah, pemerintah harus fokus pada kebijakan yang mampu meningkatkan daya beli masyarakat.

Hal itu semisal, mempermudah akses masyarakat kepada sektor permodalan, atau meningkatkan belanja modal di daerah yang masih rendah. Selain itu, pemerintah juga harus memiliki bantalan fiskal agar kemiskinan tidak semakin melebar. Contohnya, meningkatkan cakupan jumlah keluarga miskin serta tidak membuat kebijakan yang justru menambah kesengsaraan masyarakat.

Baca juga: Dari Awak Media Hingga Praktisi Hukum Bergeliat, Topik Aksi Para Mafia BBM Ilegal eks Soloraya dan Khususnya Beberapa SPBU Akrab Jadi Isu Terseksi

Pemerintah juga diharapkan mampu membangkitkan kembali kepercayaan pelaku pasar. Internal pemerintahan pun jangan membuat kegaduhan politik yang justru menyebabkan investor menciut. Jangan sampai ketidakpercayaan kepada pemerintah menjalar ke kalangan bawah. Karena kalau ketidakpercayaan membesar di kalangan bawah, akan terjadi masalah sosial.

Untuk diwilayah Kabupaten Sragen, Bupati Kusdinar Untung Yuni Sukowati mengakui saat ini menjadi daerah termiskin di wilayah eks Karesidenan Surakarta. Pemkab terus berupaya menurunkan angka kemiskinan dengan target 0,6 persen per tahun. Dan pada 2026 sesuai rencana pembangunan jangka menengah daerah (RPJMD) turun menjadi 9,98 persen.  

Dia juga mengaku, untuk menurunkan angka kemiskinan 1 digit sangat sulit. Pada awal 2021 angka kemiskinan Sragen pada angka 13,38 persen. Persentase tersebut masih diatas rata-rata angka Provinsi Jawa Tengah dan nasional.

”Kemiskinan di Provinsi Jateng, 11,41 persen, sedangkan nasional 10,19 persen,” ujarnya kemarin (23/8).

Baca juga: Bankeu di Kabupaten Sragen Tuai Sorotan, Sebanyak 678 Titik di Gelontor Bantuan Ternyata Baru 11% Terserap

Lantas pada 2022 melampaui target penurunan pada angka 0,89 persen. Pada akhir 2022 naik menjadi 12,94 persen. Namun angka tersebut masih di atas angka kemiskinan di Jawa Tengah sebesar 11,79 persen. Sedangkan nasional 9,71 persen.

“Meski berhasil menurun, namun angka itu masih tetap tinggi dibanding dengan angka provinsi maupun nasional,” ujar dia.

Hal:
1
2
Berikutnya
Formasi Indonesia Satu Jaro Ade
TAG:
Kemiskinan
Sragen
Bupati
Pemerintah
Berita Terkait
Selengkapnya