Kabar Baik di Sragen, Biarpun Telat Cair 679 Kegiatan Desa di Gelontor Anggaran Banprov Sebesar Rp 47,26 Miliar

Kabar Baik di Sragen, Biarpun Telat Cair 679 Kegiatan Desa di Gelontor Anggaran Banprov Sebesar Rp 47,26 Miliar
 
SOLO RAYA
Senin, 14 Ags 2023  19:12

SRAGEN — Pemerintah Provinsi Jawa Tengah (Pemprov Jateng) untuk mempermudah dalam sistem pendataan dan pengawasan sejak Februari 2023 lalu resmi telah menggunakan aplikasi baru yang namanya Sistem Informasi Bantuan Keuangan Desa (Sibad).

Kabar baiknya bahwa berkas kegiatan yang masuk ke aplikasi Sibad tersebut sudah 112 berkas dari 679 kegiatan yang menyebar dari 196 desa di Kabupaten Sragen Jawa Tengah.

Dalam data tersebut Banprov telah menggelontor anggaran bantuan keuangan sebesar Rp147,26 miliar untuk membiayai sebanyak 679 kegiatan yang dikelola oleh pemerintah desa di wilayah Kabupaten Sragen.

Baca juga: Terkuaknya Polemik Seleksi Perdes Dengan LPPM Aspal di Sragen, Nasib di Ujung Tanduk Bisa Dibatalkan

Namun dikarenakan kendala sistem yang belum siap, per awal Agustus 2023, dana bantuan keuangan provinsi itu akhirnya baru bisa cair sekitar 36 persen. 

Hal itupun juga menuai sorotan dari Ketua Komisi I DPRD di Kabupaten Sragen, Thohar Ahmadi. Sudut pandangnya mengatakan dampak atas keterlambatan pencairan bantuan keuangan provinsi ke desa itu disebabkan kurang proaktifnya sosialisasi dari pihak DPMD, Camat, sampai ke Desa.

Mestinya tinggal dikoordinasikan dengan baik antara DPMD, camat, dan desa supaya tidak terlambat. Di sisi lain, pihak desa juga kurang proaktif. Jadi ke depan, koordinasi itu harus di tingkatkan. Saya sudah sampaikan di pandangan umum, pencairan yang lambat itu akan berdampak pada lemahnya peningkatan swadaya masyarakat. Masyarakat mau memantu tenaga atau arang menjadi enggan karena keterlambatan pencairan itu,” jelasnya.

Thohar menambahkan, bahwasanya dampak dari keterlambatan pencairan itu mengakibatkan kegiatan yang dibiayai Banprov tidak tepat waktu dan tidak tepat guna.

Baca juga: KOLOM : Politisasi Dana Desa, Ruang Korupsi Hingga Pendidikan Basis Kolaborasi Menjelang Pemilu

Alasan dia, ketika sistem dalam proses pencairan apabila lambat, maka swadaya masyarakat pun ikut lambat. Tindakan yang akan dilakukan pihaknya berencana memanggil DPMD untuk mengurai kendala hal tersebut. 

Sementara itu, Kepala Badan Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Sragen, Pudji Atmoko, menerangkan Pemprov Jateng memang sejak Februari 2023 telah menggunakan aplikasi baru yakni Sistem Informasi Bantuan Keuangan Desa (Sibad). Namun dalam input ke sistem masih tersendat. Sehingga sampai Agustus yang sudah bisa dicairkan baru 36 persen. 

Hal:
1
2
Berikutnya
Formasi Indonesia Satu Jaro Ade
TAG:
Bantuan
Banprov
Desa
Sragen
Berita Terkait
Selengkapnya