Makin Dekat Pemilu, Serangan Terhadap Pemerintahan Jokowi Semakin Gencar dan Sistematis

Makin Dekat Pemilu, Serangan Terhadap Pemerintahan Jokowi Semakin Gencar dan Sistematis
Foto: Ketua Umum Pernusa, KP Norman Hadinegoro (kanan) dan Presiden Jokowi.
NASIONAL
Sabtu, 02 Des 2023  15:58

Cerita mantan Ketua KPK Agus Rahardjo yang mengaku pernah dimarahi dan disuruh menghentikan kasus korupsi e-KTP yang menyeret mantan Ketua DPR RI Setya Novanto serta cerita mantan Menteri ESDM Sudirman Said akibat mengangkat isu "Papa Minta Saham", dipandang sebagai bagian serangan yang makin gencar dan sistematis untuk menurunkan kredibilitas Presiden Jokowi menjelang pemilu dan pilpres yang semakin dekat. 

Ketua Umum Perjuangan Rakyat Nusantara (Pernusa) KP Norman Hadinegoro mengatakan hal tersebut saat dimintai tanggapan terkait isu yang sedang hangat tersebut. 

KP Norman menyayangkan cara-cara yang menurutnya tidak sehat tersebut menjelang pemilu khususnya pilpres yang semakin dekat, terutama terkait semakin melambungnya elektabilitas pasangan Prabowo-Gibran. 

Baca juga: Forum Pendiri Demokrat Cabut Dukungan untuk Prabowo-Gibran, SBY: Hanya Mencatut Nama Saya

"Mungkin itu bentuk keputus-asaan pihak yang merasa akan kalah, setelah berbagai isu untuk menyerang pasangan Prabowo-Gibran tidak mempan, sehingga melempar isu-isu baru yang mereka harapkan bisa menurunkan kredibilitas Presiden dan juga akan menggerusi elektabiltas Prabowo-Gibran," ujar KP Norman. 

Dia mempertanyakan, jika hal tersebut benar kenapa baru diungkap sekarang, kenapa tidak dari dulu-dulu? 

"Itu yang pertama ya, yang kedua itu kan pengakuan sepihak yang sulit dipertanggung jawabkan kebenarannya. Boleh dong kita menduga itu pesanan dari pihak tertentu," imbuh KP Norman. 

Menurutnya komitmen Presiden Jokowi terhadap pemberantasan korupsi itu sangat jelas dan tegas. Kasus Setya Novanto tetap berlanjut hingga yang bersangkutan telah dihatuhi hukuman.

Baca juga: Gimmick Gemoy dan Makan-Susu Gratis, Strategi Jitu Prabowo-Gibran

"Jangan lupa RUU Perampasan Aset yang sangat krusial dalam pemberantasan korupsi yang justru tidak didukung legislatif," tegasnya. 

Lebih lanjut dia menghimbau kepada tim ketiga pasangan capres-cawapres agar lebih mengedepankan adu gagasan dan program untuk menarik simpati masyarakat. 

Hal:
1
2
Berikutnya
Formasi Indonesia Satu Jaro Ade
TAG:
pernusa
kp norman
prabowo
gibran
jokowi
Berita Terkait
Selengkapnya