Advertisement

Kasus Tatung di Sambas, Hukum Tidak Boleh Tunduk Pada Tekanan Massa

HUKUM
Sabtu, 24 Feb 2024  16:43
Kasus Tatung di Sambas, Hukum Tidak Boleh Tunduk Pada Tekanan Massa
Foto: Ketua Umum Persaudaraan Suhu-Suhu Se-Nusantara, Andi Hakim.

Aksi Tatung di Kecamatan Pemangkat Kabupaten Sambas Provinsi Kalimantan Barat yang berujung ke proses hukum mendapat tanggapan dari Ketua Umum Dewan Pengurus Besar Persaudaraan Suhu-Suhu se-Nusantara (PSSSN).

Aksi Tatung yang merupakan bagian dari acara Cap Go Meh dan disiarkan secara langsung di facebook Atonk Putra Sundjoyo II (kemudian dihapus), Rabu (21/2/2024) menuai protes masyarakat karena Tatung mengenakan baju koko, peci dan sarung yang dianggap sebagai atribut Islami sehingga dituding sebagai pelecehan terhadap agama. 

"Kalau kita baca dari berita-berita di beberapa media, Tatung dan saudara Atonk sudah diamankan pihak kepolisian untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan, itu sangat bisa dimengerti. Tapi kalau diamankan dalam arti telah ditahan dalam konteks sudah menjadi tersangka, ini akan jadi persoalan besar," kata Andi Hakim, Ketua Umum dari Persaudaraan Suhu-Suhu se-Nusantara  Sabtu (24/2/2024).

Advertisement

Baca juga: Dugaan Penipuan dengan Modus Sediakan Sepeda Listrik dan Akses ke TMII Ditangani Aliansi Indonesia

Proses hukum, kata Andi, harus mengacu pada ketentuan-ketentuan hukum yang berlaku. Jika hukum lebih mengakomodir tuntutan massa dan mengabaikan ketentuan hukum itu sendiri akan menjadi preseden buruk dan persoalan besar.

"Intinya hukum tidak boleh tunduk pada tekanan massa. Untuk menetapkan seseorang menjadi tersangka harus ditemukan unsur-unsur tindak pidana dan dua alat bukti permulaan yang cukup," jelas praktisi hukum senior itu.

Advertisement Jaro Ade

Menurut Andi Hakim, unsur-unsur tindak pidana itu secara garis besar terbagi dua, yaitu unsur subyektif dan unsur obyektif.

"Unsur subjektif meliputi subjek atau pelaku dan adanya unsur kesalahan. Antara subyek dan kesalahan itu ada yang namanya `mens rea` yaitu niat, dan dalam konteks kasus Tatung di Sambas itu adakah niat jahat atau niat melecehkan oleh pelaku, baik Tatung maupun saudara Atonk selaku pihak yang melakukan `live streaming," paparnya.

Sedangkan yang termasuk unsur objektif, menurutnya adalah perbuatannya bersifat melawan hukum, tindakan yang dilarang atau diharuskan oleh undang-undang/perundang-undangan dan terhadap pelanggarnya diancam pidana, serta dilakukan dalam waktu, tempat dan keadaan tertentu.

Advertisement

Baca juga: Polda Sumsel menetapkan seleb TikTok Lina Mukherjee sebagai tersangka dugaan penistaan agama imbas konten makan babi.

"Kami sampai saat ini belum mendapatkan update terkait status hukum saudara Atonk dan Tatung tersebut, apakah sudah dijadikan tersangka atau belum. Kami lebih bermaksud mengingatkan kepada pihak kepolisian dalam hal ini Polres Sambas ataupun Polda Kalbar agar tidak memaksakan menetapkan seseorang menjadi tersangka jika tidak terpenuhi unsur-unsur tindak pidananya," kata dia.

1
2
Berikutnya
TAG:
tatung
sambas
kalimantan barat
penistaan
Formasi Indonesia Satu
H Ristanto Wahyudi
Jaro Ade

Berita Terkait
1
2
3
4
5
6
7

Ketua DPD BPAN LAI Sumsel Apresiasi Kinerja Polres Banyuasin Ungkap Kasus Pembunuhan Sadis..

Sumsel   Sabtu, 20 Apr 2024  21:38

Konsolidasi Ratusan Relawan Kang Asep Japar Bakal Calon Bupati Sukabumi 2024-2029

Jabar   Sabtu, 20 Apr 2024  20:40

Polres Musi Rawas Gelar Rikmin Awal Calon Akpol 2024, Kapolres : Jangan Percaya Oknum yang..

Sumsel   Sabtu, 20 Apr 2024  15:35

Ciptakan Sejarah, UIN Raden Fatah Palembang Kukuhkan 9 Guru Besar

Sumsel   Sabtu, 20 Apr 2024  15:09

Baznas kota Palembang Melakukan Survei Penerima Manfaat Bantuan Program RTLH Di Keramasan Kertapati..

Sumsel   Sabtu, 20 Apr 2024  14:48

Dugaan Pria Beristri Gauli Seorang Pelajar, Kini Resmi Dilaporkan Ke Mapolres Muaro Jambi

SUMSEL   Sabtu, 20 Apr 2024  10:17

Aspirasi masyarakat disampaikan Pada Jum`at Curhat bersama Kapolda Sumsel

SUMSEL   Sabtu, 20 Apr 2024  07:32

Penandatanganan Pakta Integritas Dan Pembacaan Sumpah,Penerimaan Polri 2024

SUMSEL   Sabtu, 20 Apr 2024  07:14

Cara mengurus Pindah domisli Kekota Tangerang

BANTEN   Jumat, 19 Apr 2024  22:03

Jual Aset Batanghari 9, Kejati Sumsel Lakukan Tahap II Terhadap Tersangka Oknum Notaris

SUMSEL   Jumat, 19 Apr 2024  20:22

Oknum kepala dinas pendidikan kabupaten OKU Timur,diduga korupsi DANA DAK tahun 2019 dan 2020..

SUMSEL   Jumat, 19 Apr 2024  17:02

FORKOPIMCAM Cisolok Inisiasi Operasi Semut Di Pantai Karanghawu Pasca Libur Lebaran

JABAR   Jumat, 19 Apr 2024  13:33

Pemilihan Duta Wisata Mojang Jajaka Tingkat Kabupaten Sukabumi Tahun 2024

JABAR   Jumat, 19 Apr 2024  09:08

Pemkot Kota Tangerang, bersama Forkopimda rapat bahas Saber Pungli

BANTEN   Jumat, 19 Apr 2024  07:34

Pelaksanaan PPDB Tahun Ajaran 2024-2025 SMA,SMK dan SLB Negeri Mengacu Pada Permendikbud Nomor..

SUMSEL   Jumat, 19 Apr 2024  07:28

Polri Buka Penerimaan Anggota Baru, Catat Tanggal dan Syarat Pendaftarannya!

BANTEN   Jumat, 19 Apr 2024  07:07

Satreskrim Polres Banyuasin bersama Tim opsnal Polsek Muara Telang Berhasil menangkap pelaku..

SUMSEL   Jumat, 19 Apr 2024  07:00

Apel pagi,Dindikbud Prov. Banten Gelar Halal Bi Halal

BANTEN   Jumat, 19 Apr 2024  06:57

Satpol PP Kabupaten Tangerang Bantu Pengamanan Haul Akbar di Cilongok

BANTEN   Jumat, 19 Apr 2024  06:23

Siap-siap, Pemkot Tangsel Mulai Rapihkan 5 Ruas Jalan dari Kabel Menjuntai

BANTEN   Jumat, 19 Apr 2024  06:17

Pemkot Tangsel Bangun Tandon dan Turap Atasi Banjir

BANTEN   Jumat, 19 Apr 2024  06:06

Pemkot Tangerang siapkan Skenario Penataan Pasar Sipon Cipondoh

BANTEN   Jumat, 19 Apr 2024  05:55

Kuota Uji Labotarium Produk IKM di Kota Tangerang, Gratis

BANTEN   Jumat, 19 Apr 2024  05:39

Cara pembuatan KTP-el secara Online dan Offline di Kota Tangerang

BANTEN   Jumat, 19 Apr 2024  05:22

Antisipasi Wabah PMK, DKP Kota Tangerang Masifkan Pemberian Vaksin hingga Vitamin pada Hewan..

BANTEN   Kamis, 18 Apr 2024  23:33
Selengkapnya
Bagikan Facebook
Bagikan X
Bagikan Whatsapp
Bagikan Telegram
Copy Link