Gibran dicegat warga saat kunjungan kerja di Jambi, dilapori kerusakan kawasan Candi

Gibran dicegat warga saat kunjungan kerja di Jambi, dilapori kerusakan kawasan Candi
WAPRES RI Gibran Rakabuming Raka dicegat mahasiswa saat di RM AC Andoenk, Kota Baru, Kota Jambi.
NASIONAL
Jumat, 17 Jul 2026  17:30

Gibran juga menyampaikan apakah Gubernur Jambi Al Haris mengetahui soal aktivitas stockpile batu bara tersebut. Dia pun sambil menegaskan supaya Gubernur Jambi ikut merespon keluhan warga agar aktivitas stockpile batu bara segera ditinggalkan di kawasan Candi Muaro Jambi.

"Ini pak Gubernur tau gak ya soal ini, pak Gubernur?," Tanya Gibran.

Lalu kemudian dengan tegas Gibran menyampaikan ke warga akan menindaklanjuti laporan warga mengenai soal rusaknya cagar budaya akibat dikelilingi stockpile batu bara.

"Ini akan kita tindaklanjuti ya," tegas Gibran.

Diketahui, persoalan aktivitas stockpile batu bara di sekitaran kawasan Candi Muaro Jambi tersebut sudah sejak lama terjadi. Bahkan, sejak masa kepemimpinan Presiden ke-7 Joko Widodo persoalan aktivitas stockpile batu bara ini sudah pernah dilaporkan namun tak juga kunjung ada tindakan.

Tumpukan batu bara yang menjulang tinggi seperti gunung itu hingga kini masih mengepung bagian dari situs di Kawasan Cagar Budaya Nasional (KCBN) Muarajambi tersebut. Dari data yang diketahui terdapat ada sekitar 5 atau 6 perusahaan tambang Batubara yang menjadikan kawasan Candi untuk mengoperasikan TUKS dan stockpile batu bara.

Candi Muaro Jambi jadi komplek percandian terluas di Asia Tenggara

Di tepian Sungai Batanghari berdiri salah satu warisan peradaban terbesar di Nusantara, yakni Kawasan Cagar Budaya Nasional (KCBN) Candi Muaro Jambi. Situs ini bukan hanya menjadi kebanggaan masyarakat Jambi, tetapi juga Indonesia karena merupakan kompleks percandian Hindu-Buddha kuno terluas di Asia Tenggara dengan luas mencapai 3.981 hektare.

Kompleks percandian ini diperkirakan berkembang antara abad ke-7 hingga ke-13 Masehi dan diyakini menjadi bagian penting dari kejayaan Kerajaan Sriwijaya hingga Kerajaan Melayu Kuno. Para arkeolog menilai kawasan tersebut bukan sekadar tempat ibadah, tetapi juga menjadi pusat pendidikan, penelitian keagamaan, dan aktivitas intelektual di Asia Tenggara pada masanya.

<<
1
2
3
Berikutnya
Tampilkan Semua
TAG:
#kawasan candi
#gibran
#muaro jambi
#kunker
Berita Terkait
Rekomendasi
1
2
3
4
5
6
7
Indeks Berita