Pengkajian Maung & Rajawali: Kala Bendu Ramalan Prabu Jaya Baya Telah Nyata di Depan Mata
Bogor - Aliansinews id. Ketua Umum sekaligus Pendiri organisasi Monitor Aparatur Untuk Negara dan Golongan (MAUNG) serta Rangkulan Jajaran Wartawan dan Lembaga Indonesia (RAJAWALI), Hadysa Prana, menyampaikan pengkajian mendalam terkait relevansi ramalan besar Prabu Jaya Baya dengan situasi bangsa saat ini, khususnya masa "Kala Bendu".
"Kala Bendu masa kebohongan, korupsi, kriminalisasi, dan melajunya keruntuhan nilai—itu bukan sekadar mitos masa lalu. Ia telah nyata, sedang berlangsung, dan terasa dalam setiap sendi kehidupan kita saat ini," tegas Hady dalam pemaparannya.
*Siklus Negatif Kala Bendu*
Kondisi Kala Bendu memicu terjadinya lingkaran setan yang saling menguatkan: kepercayaan publik runtuh, tata kelola pemerintahan menjadi bobrok, ekonomi melemah tajam, dan tingkat kesejahteraan sosial terus menurun. Apabila bangsa ini berdiam diri, siklus buruk ini akan semakin memperkokoh posisinya dan menyulitkan segala upaya pemulihan.
"Kondisi ini tidak akan berubah kecuali dilakukan reformasi sistem secara menyeluruh dan disertai tindakan kolektif seluruh elemen masyarakat. Sebaliknya, jika masyarakat pasif, apatis, atau membiarkan hal ini berjalan, maka kebobrokan akan berakar kuat dan merusak masa depan generasi mendatang," peringatnya.
*Dampak Nyata Kala Bendu bagi Bangsa*
Hadysa Prana memaparkan tanda-tanda nyata dampak Kala Bendu yang terlihat di berbagai sektor:
Bidang Sosial & Politik
Terjadi kerusakan kepercayaan sosial, erosi kepercayaan antarwarga, terhadap lembaga negara maupun pemimpin.


