Ketika keegoisan mengubur mimpi satu negara, pemain Norwegia Sorloth terima ancaman pembunuhan
Alexander Sorloth dilaporkan menerima ancaman pembunuhan, dan berbagai pesan kebencian di media sosial setelah Norwegia tersingkir dari Piala Dunia 2026.
Gelombang kecaman muncul, setelah penyerang tersebut dinilai terlalu egois tidak mengoper bola ke Erling Haaland yang sangat bebas dalam posisi 2 lawan satu dengan bek Inggris.
Sorloth justru memilih memggocek dan mengeksekusi sendiri sehingga bisa dipatahkan dengan mudah oleh pemain Inggris.
Kedudukan saat itu Norwegia sudah unggul 1-0, dan seandainya peluang bisa dimanfaatkan jadi gol, diyakini Inggris akan sulit untuk mengejar ketinggalan.
Akhirnya Norwegia yang harus mengakhiri langkahnya di Piala Dunia 2026 setelah kalah 1-2 dari Inggris di Stadion Miami, Amerika Serikat.
Menurut laporan RMC Sport, Senin (13/7/2026), insiden tersebut memicu kemarahan sebagian pendukung Norwegia. Sorloth kemudian menjadi sasaran hujatan dan ancaman melalui media sosial.
Menanggapi kritik yang diterimanya, Sorloth mengakui, masih ada keputusan yang seharusnya bisa diambil dengan lebih baik pada pertandingan tersebut.
"Ada beberapa hal yang ingin saya lakukan lebih baik, tetapi saya tahu kesempatan lain akan datang. Tentu saja, ini sulit karena menyangkut pertandingan yang penting," kata Sorloth.
Laporan tersebut juga menyebut sebagian pengguna media sosial mengirimkan pesan kebencian dan ancaman kepada Sorloth setelah pertandingan.


