Terseret isu Jampidsus, Celine Evangelista bawa-bawa hadis dan takdir

Unggahan selebritas Celine Evangelista di media sosial saat isu dirinya terseret dugaan korupsi mantan Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) Kejaksaan Agung, Febrie Adriansyah tengah disorot.
Pantauan di media sosial, Celine mengunggah ulang sebuah hadis tentang takdir melalui akun Instagram pribadinya @celine_evangelista. Unggahan tersebut dibagikan Celine pada Jumat (10/7/2026), hari yang sama ketika namanya ramai diperbincangkan di berbagai platform media sosial seperti Thread dan TikTok karena diduga sebagai salah satu pihak yang ikut menikmati hasil dugaan tindakan korupsi Febrie Adriansyah dengan atasannya kala itu, jaksa agung ST Burhanuddin.
Dalam unggahan yang di-repost dari akun @thequranpath dan @thesunnah_path itu, Celine membagikan pesan mengenai makna takdir dan hikmah di balik setiap ketetapan Allah.
"Semua takdir itu baik. Ada hikmah di balik itu, yang merasakan jelek adalah kita. Allah itu sama sekali tidak berbuat jelek. Takdir Allah tidaklah kejam,” keterangan dalam foto yang diunggah Celine.
Hingga berita ini diturunkan, Celine Evangelista belum memberikan pernyataan resmi terkait narasi dirinya yang ramai beredar di lini masa.
Adapun unggahan terakhirnya di Instagram, selain unggahan hadis, masih didominasi konten terkait endorsement produk skincare dan hijab.
Nama Celine diperbincangkan secara bersamaan dengan Febrie Adriansyah, yang menjabat sebagai Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) Kejaksaan Agung RI.
Banyak warganet yang berspekulasi dan mempertanyakan apakah terdapat keterkaitan hukum atau hubungan khusus antara sang artis dengan Jampidsus.
Namun, berdasarkan data dan fakta resmi yang dihimpun, tidak ada hubungan hukum maupun keterlibatan langsung di antara keduanya.
Duduk perkara munculnya nama Celine Evangelista
Pembahasan yang mengaitkan nama Celine Evangelista dengan institusi Kejaksaan Agung sebenarnya bermula dari jalannya persidangan kasus dugaan korupsi tambang di Blok Mandiodo, Kabupaten Konawe Utara (aktivitas pertambangan PT Antam).
Dalam persidangan tersebut, salah seorang terdakwa bernama Amelia Sabara memberikan kesaksian yang menyebut nama Celine Evangelista.
Terdakwa mengeklaim adanya aliran dana senilai Rp500 juta yang diberikan kepada Celine.
Di luar hal tersebut, muncul pula fakta persidangan bahwa Celine memiliki kedekatan emosional dengan Jaksa Agung ST Burhanuddin hingga menyapanya dengan sebutan "Papa".
Penyebutan nama-nama inilah yang kemudian menggelinding menjadi bola liar di media sosial dan ikut menyeret nama Febrie Adriansyah, mengingat Febrie merupakan pucuk pimpinan di Gedung Bundar (Jampidsus) yang menangani kasus-kasus korupsi komoditas tersebut.
Klarifikasi resmi Kejaksaan Agung: Hubungan murni kekeluargaan
Kejaksaan Agung RI telah mengeluarkan klarifikasi resmi guna meluruskan spekulasi yang terlanjur liar di ruang publik.
Pihak kejaksaan menegaskan bahwa panggilan "Papa" dari Celine kepada Jaksa Agung ST Burhanuddin murni bersifat kekeluargaan yang sudah terjalin lama.
Istri Jaksa Agung, Sruningwati Burhanuddin, diketahui sudah menganggap Celine layaknya anak kandung sendiri dalam hubungan sosial sehari-hari.
Azas praduga tak bersalah
Institusi Kejaksaan Agung menggarisbawahi bahwa kedekatan personal tersebut sama sekali tidak memiliki intervensi, dampak, atau kaitan apa pun dengan proses penegakan hukum objektif yang dijalankan di bawah kewenangan Jampidsus Febrie Adriansyah.
Publik pun diimbau untuk tetap mengedepankan asas praduga tak bersalah dan tidak mengaitkan isu gosip dengan fakta yurisdiksi hukum formal.
Kesimpulannya, Celine Evangelista dan Febrie Adriansyah sama sekali tidak memiliki ikatan personal maupun keterlibatan hukum.
Nama keduanya mencuat secara bersamaan hanya karena berada dalam pusaran pusaran pemberitaan yang sama-sama bersinggungan dengan ruang lingkup kerja Kejaksaan Agung RI.












