Pemkab Pinrang komitmen berkolaborasi dengan Majene tentang ketahanan pangan

Pinrang Aliansi NEWS Id– Komitmen dalam memperkuat ketahanan pangan dan menjaga stabilitas ekonomi masyarakat terus ditunjukkan Pemerintah Kabupaten Pinrang
Kali ini, komitmen tersebut diwujudkan melalui penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) antara Pemerintah Kabupaten Pinrang dan Pemerintah Kabupaten Majene tentang penguatan ketahanan pangan daerah sebagai salah satu langkah strategis mendukung pengendalian inflasi dan peningkatan kesejahteraan masyarakat di kedua daerah.Senin 13 Juni 2026.
Kerja sama ini menjadi bukti bahwa pembangunan daerah tidak hanya dapat dilakukan secara mandiri, namun juga melalui kolaborasi lintas daerah yang saling menguatkan sesuai dengan potensi yang dimiliki masing-masing.
Bupati Majene Andi Achmad Syukri Tammalele dalam sambutannya mengungkapkan bahwa, kerja sama ini lahir dari kesamaan komitmen kedua daerah dalam menjaga ketahanan pangan yang menjadi salah satu fondasi utama stabilitas ekonomi masyarakat.
Menurutnya, Kabupaten Majene memilih Kabupaten Pinrang sebagai mitra karena Pinrang dinilai sebagai salah satu daerah yang memiliki perkembangan sangat baik, baik dari sektor pertanian maupun tata kelola pemerintahan.
Dirinya juga mengungkapkan bahwa, Kabupaten Pinrang merupakan daerah dengan capaian pelayanan publik yang sangat baik di Provinsi Sulawesi Selatan berdasarkan hasil penilaian Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi.
"Oleh karena itu, selain membangun kerja sama, kami juga ingin belajar dan mengambil best practice dari Kabupaten Pinrang, sehingga berbagai keberhasilan yang telah dicapai dapat menjadi referensi dalam meningkatkan pelayanan dan pembangunan di Kabupaten Majene," ungkapnya.
Sementara itu, Bupati Pinrang H.A. Irwan Hamid, S.Sos mengungkapkan bahwa, penandatanganan nota kesepahaman ini merupakan salah satu langkah terbaik dalam membangun hubungan yang saling menguntungkan bagi kedua daerah.
Menurut Bupati Irwan, meskipun berada di dua provinsi yang berbeda, Kabupaten Pinrang dan Kabupaten Majene memiliki kedekatan geografis serta potensi kerja sama yang sangat besar untuk dikembangkan.
Sebagai salah satu daerah penyangga pangan nasional di Provinsi Sulawesi Selatan, lanjut Bupati Irwan, Kabupaten Pinrang memiliki kekuatan utama pada sektor pertanian yang dapat disinergikan dengan kebutuhan daerah lain melalui kerja sama yang terencana.
"Harapan kami, kerja sama ini tidak hanya berhenti pada penandatanganan MoU, tetapi benar-benar diimplementasikan sehingga manfaatnya dapat dirasakan langsung oleh masyarakat di kedua daerah," ujar Bupati Irwan.
Dirinya melanjutkan, penguatan ketahanan pangan bukan semata-mata berbicara mengenai peningkatan produksi, tetapi juga bagaimana masyarakat memperoleh kepastian terhadap ketersediaan bahan pangan, harga yang stabil, terbukanya peluang investasi, meningkatnya nilai tambah sektor pertanian, hingga bertambahnya kesejahteraan para petani.
Bupati Irwan juga berharap, kerja sama ini menjadi pintu masuk bagi lahirnya berbagai bentuk kolaborasi lainnya di masa mendatang mengingat masih banyak potensi yang dapat dikembangkan bersama antara Kabupaten Pinrang dan Kabupaten Majene.
Adapun ruang lingkup kerja sama yang disepakati meliputi pertukaran data sektor pertanian, distribusi dan pemasaran hasil produksi pertanian, pengembangan teknologi pertanian, peningkatan kualitas sumber daya manusia pertanian, hingga kerja sama investasi di sektor pertanian.
Melalui kerja sama ini diharapkan distribusi hasil pertanian dapat berjalan lebih baik, peluang pasar bagi petani semakin luas, adopsi teknologi pertanian semakin meningkat, serta investasi di sektor pertanian mampu tumbuh sehingga berdampak langsung terhadap peningkatan pendapatan petani dan kesejahteraan masyarakat.
Pada kesempatan ini turut hadir Wakil Bupati Pinrang Sudirman Bungi, S.IP., M.Si., Wakil Bupati Majene A. Ritamariani, Sekretaris Daerah Kabupaten Majene H.Ardiansyah, sejumlah Kepala Perangkat Daerah terkait, serta para pemangku kepentingan dari kedua daerah.
Kolaborasi ini diharapkan menjadi tonggak baru dalam membangun ketahanan pangan yang kuat












