Jembatan Dusun Tabat Diabaikan Bertahun-tahun, Rajawali: Siapa Yang Bertanggung Jawab Jika Terjadi Bencana
Bogor - Aliansinews id. Kondisi tiang pondasi jembatan di Dusun Tabat, Desa Sosok, Kabupaten Sanggau, Kalimantan Barat, dikhawatirkan hampir patah dan membahayakan keselamatan setiap pengguna jalan.
Kerusakan yang semakin parah ini dikabarkan telah dilaporkan warga sejak tahun 2020 ke berbagai tingkatan pemerintahan — mulai dari Pemerintah Kabupaten Sanggau, Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat, hingga Pemerintah Pusat, termasuk kepada para Anggota Dewan di tingkat kabupaten, provinsi, maupun DPR RI.
Namun hingga hari ini, belum ada tanggapan serius maupun penanganan konkret. Jika jembatan ini roboh, warga mengancam akan menutup akses jalan raya Sosok sebagai bentuk protes terakhir.
Merespons situasi yang semakin mendesak ini, Tim Investigasi DPN RAJAWALI menyampaikan sorotan resmi terkait kelalaian penanganan infrastruktur vital yang menyangkut keselamatan jiwa warga.
PERNYATAAN TIM INVESTIGASI RAJAWALI
Perwakilan Tim Investigasi Rangkulan Jajaran Wartawan dan Lembaga Indonesia (RAJAWALI) menyampaikan pernyataan tegas pada Senin, 14 September 2026:
"Kami mencermati kondisi jembatan di Dusun Tabat, Desa Sosok, Sanggau dengan kekhawatiran yang sangat mendalam. Tiang pondasi yang nyaris patah bukan sekadar kerusakan biasa — itu adalah bom waktu yang setiap hari dijalani oleh warga, anak sekolah, petani, dan kendaraan yang lewat.
Yang lebih menyedihkan: laporan sudah dikirim sejak tahun 2020 ke Kabupaten, Provinsi, Pusat, dan lembaga perwakilan rakyat. Enam tahun berlalu, tidak ada perubahan. Jika ini bukan kelalaian, lalu apa namanya?"
"Kami mengingatkan: jika terjadi korban jiwa akibat jembatan yang roboh, maka semua pihak yang menerima laporan namun tidak menindaklanjuti dapat dimintai pertanggungjawaban secara hukum.