Tragedi Usai Vaksinasi Siswa Kelas 1 SD di Palabuhanratu Meninggal Dunia, SOP Dinkes Dipertanyakan, Apakah Sudah Dilakukan Sesuai Prosedur ?

 
Rabu, 16 Sep 2026  14:14

aliansinews.id - Sukabumi, Dugaan adanya ketidaksesuaian prosedur dalam pelaksanaan vaksinasi terhadap seorang siswa kelas 1 sekolah dasar negeri (SDN) di wilayah Palabuhanratu, Kabupaten Sukabumi, menjadi sorotan setelah siswa tersebut meninggal dunia beberapa hari setelah menjalani vaksinasi.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, siswa berinisial TAB menjalani vaksinasi yang dilakukan oleh Puskesmas Palabuhanratu pada Kamis, 3 September 2026.

Sehari setelah vaksinasi, Jumat (4/9/2026), almarhumah TAB masih mengikuti kegiatan belajar di sekolah seperti biasa.

Namun, pada Senin (7/9/2026), wali kelas menerima informasi dari orang tua bahwa TAB tidak dapat masuk sekolah karena sedang sakit.

Situasi kemudian berkembang pada Selasa (8/9/2026). Pihak sekolah mendapat kabar dari keluarga bahwa kondisi TAB memburuk hingga harus mendapatkan perawatan di High Care Unit (HCU).

Tidak berselang lama, sekitar pukul 08.44 WIB, pihak sekolah kembali menerima kabar bahwa TAB telah meninggal dunia.

Peristiwa tersebut menimbulkan pertanyaan besar, khususnya terkait prosedur vaksinasi, pemeriksaan kondisi kesehatan sebelum vaksinasi, pemantauan setelah pemberian vaksin, serta langkah penanganan ketika anak mengalami keluhan kesehatan setelah mendapatkan vaksin.

Informasi yang diterima menyebutkan bahwa setelah dilakukan pemeriksaan/visum, pihak RSUD Palabuhanratu menyampaikan meninggalnya TAB disebabkan Vaksin karena menurut keterangan dr anak tersebut tidak bisa di vaksin karena mempunyai penyakit Dalam (paru") adanya kondisi penyakit paru-paru pada almarhumah yang berkaitan dengan penyebab meninggalnya.

LGS DPW Jawabarat Pertanyakan SOP Dinas Kesehatan

Berita Terkait
Selengkapnya