Drs. Oki D. Mustari: Tasikmalaya Harus Aman Siang Dan Malam — Butuh Sinergi Lima Pilar, Bukan Hanya Penindakan
Bogor - Aliansinews id. Maraknya keresahan masyarakat akibat aksi kelompok bermotor yang melakukan kekerasan, konvoi berbahaya, tawuran, maupun tindakan kriminal lainnya di Kota Tasikmalaya, menjadi perhatian serius.
Persoalan ini tidak cukup diselesaikan dengan penindakan setelah kejadian, melainkan membutuhkan pendekatan menyeluruh berupa pencegahan sejak dini, khususnya terhadap remaja yang rentan terpengaruh lingkungan pergaulan.
Ketua DPC LSM MAUNG Kota Tasikmalaya, Drs. Oki D. Mustari, mengingatkan bahwa masa remaja merupakan fase penting dalam pembentukan identitas, pengendalian emosi, kepercayaan diri, dan kemampuan mengambil keputusan.
"Jangan sampai anak-anak muda kita mencari pengakuan dengan cara yang salah. Keren itu bukan karena ditakuti, tetapi karena berprestasi dan mampu memberi manfaat bagi lingkungan," ujar Oki. Selasa (16/09/26).
Perkembangan teknologi dan media sosial membuat persoalan semakin kompleks. Aksi kekerasan yang direkam lalu diunggah dapat menciptakan budaya keliru: "viral dianggap hebat", padahal konsekuensinya merugikan korban, keluarga, masyarakat, bahkan masa depan pelakunya sendiri.
Namun media sosial bukan satu-satunya penyebab. Pengaruh teman sebaya, kebutuhan akan pengakuan, konflik keluarga, lingkungan pergaulan, lemahnya pengawasan, serta minimnya ruang kegiatan positif saling berkontribusi terhadap masalah ini.
JANGAN STIGMATISASI REMAJA DAN KOMUNITAS MOTOR
LSM MAUNG menegaskan bahwa masyarakat tidak boleh menyamaratakan seluruh komunitas motor sebagai geng kriminal.
"Motor bukan masalah. Anak muda bukan masalah. Yang harus kita lawan adalah perilaku kekerasan dan tindak pidananya. Komunitas otomotif yang positif justru harus dirangkul menjadi bagian dari solusi," tegas Ketua MAUNG Tasikmalaya.
Anak muda membutuhkan ruang menyalurkan energi dan kreativitas melalui olahraga, seni, komunitas yang sehat, kegiatan keagamaan, kewirausahaan, teknologi, maupun kegiatan sosial.