Status PSN PIK 2 Akan dikaji ulang Presiden Prabowo
“Proyek yang akan dibangun nanti, butuh biaya sangat besar, tetapi kami tidak akan membangun semuanya sekaligus,” ujar Aguan
Menurut Aguan, dia menekankan bahwa ekspansi proyek itu bergantung pada kondisi ekonomi global, dan dia meyakini akan berhasil membangun proyek mewah itu.
Salah satu tujuan pengembangan PIK 2, menurut Aguan adalah dia ingin PIK 2 menjadi kawasan pusat bisnis modern yang keberadaannya dihiasi dengan banyaknya gedung-gedung perkantoran yang saat ini sedang gencar dibangun.
Rencana perluasan dan pengembangan proyek properti tersebut, mencakup pusat konvensi terbesar di Indonesia yang dijadwalkan akan selesai pada September tahun depan, dan sebuah hotel bintang lima berskala global di PIK 2.
Aguan juga berambisi membangun sirkuit balap mobil Formula 1, dan dia berharap, Indonesia bisa menjadi tuan rumah dalam ajang balap mobil internasional itu di masa mendatang, seperti balapan Formula 1 di negara Singapura.
Di tengah-tengah banyaknya proyek prestisius yang akan dikembangkan pada tahun 2025 mendatang, Aguan tetap fokus untuk menarik banyak wisatawan asing datang ke Jakarta, khususnya Pantai Indah Kapuk 2.
“Wisatawan ingin merasa rileks, mereka ingin mempelajari sejarah dan budaya suatu tempat. Di PIK 2, kami akan menciptakan semua yang mereka butuhkan,” tandas Aguan.
Lebih jauh Aguan mengatakan, proyek ini tidak hanya akan dibangun saat ini saja, tapi juga akan dilanjutkan oleh generasi mendatang. Dia hanya meletakkan fondasinya saja dan menurutnya itu bukan proyek jangka pendek.
Diketahui, pembangunan dan pengembangan Infrastruktur di kawasan PIK 2 masih mengalami masalah dan kendala, seperti adanya ketidaksesuaian Rencana Tata Ruang (RTR), baik itu RTR KSN Jabodetabekpunjur, Peraturan Daerah (Perda) Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) Provinsi Banten, dan Perda RTRW Kabupaten Tangerang dengan pengembangan PIK 2.


