Advertisement

Dua WNI Disekap di Kamboja, KBRI Tak Bisa Berbuat Banyak

HUKUM
Senin, 22 Apr 2024  16:15
Dua WNI Disekap di Kamboja, KBRI Tak Bisa Berbuat Banyak
Foto: Adam Noer Halomoan (kiri) dan Fa`i Fatihah.

Diduga WNI kakak beradik warga Kota Depok Jawa Barat di sekap oleh pimpinan perusahaan di Phnom Penh yang merupakan Ibu kota negara Kamboja.

Negara Kamboja merupakan negara yang masuk menjadi anggota Association of Southeast Asian Nations atau Perhimpunan Bangsa-Bangsa Asia Tenggara (ASEAN).

Kakak beradik tersebut bernama Adam Noer Halomoan dan Fa`i Fatihah disekap sejak akhir Oktober 2023. Adam memakai visa kerja dan adiknya memakai visa visit kedua orang tersebut visanya sudah overstay.

Advertisement

Baca juga: PJ Walikota Palembang Ratu Dewa Apresiasi Peran DPD REI Sumsel Yang Dukung Pembangunan di Kota Palembang

Kronologi terjadinya kasus penyekapan ini pada bulan Juli 2022 Adam Noer Halomoan bekerja di Jakarta tepatnya di Pluit ( PIK ) selama sepuluh bulan, perusahaan tempat bekerja tutup dan selanjutnya berpindah ke negara Kamboja pada bulan September 2023 lalu adiknya yang bernama Fa`i Fatihah menyusul ke Kamboja dengan memakai visa visit.

Pada bulan September 2023 Fa`i Fatihah telpun ke Ibunya bahwa mereka sudah tidak bekerja dan disekap di satu kamar berdua.

Advertisement Jaro Ade

"Menurut ibunya Perusahaan tersebut meminta sejumlah uang untuk pengembalian anak ke Indonesia, berhubung orang tua tidak memiliki sejumlah uang yang diminta, selanjutnya pada tanggal 30 Oktober 2023 melaporkan ke Kementerian Luar Negeri, selanjutnya melaporkan ke Hot line KBRI di Kamboja serta melampirkan data-data kedua anak tersebut  pada tanggal 24 November 2023 pihak KBRI sudah dapat berkomunikasi dengan pihak perusahaan," ujar Hajirin sebagai orang tua korban.

Selanjutnya Hajirin Siregar menjelaskan pada tanggal 24 November 2023 pihak KBRI mengunjungi perusahaan tempat Adam dan fa`i bekerja, dan pihak KBRI lalu mengubungi Hajirin Siregar melalui video call tetapi pihak perusahaan tidak mau menghadirkan Adam Noer dan  Fa`i Fatihah.

Dalam video call tersebut pihak KBRI menyatakan tidak bisa ikut campur hanya bisa memfasilitasi silakan dari keluarga dan pihak perusahaan yang bernegosiasi, namun beberapa kali bernegosiasi tidak mendapatkan titik temu.

Advertisement

Baca juga: DPR Sahkan RUU Ekstradisi Indonesia-Singapura Menjadi UU

Hajirin melanhutkan, "Pada hari Rabu tanggal 10 April 2024, anak saya menelpon bahwa pimpinan perusahaan meminta 15 juta untuk ongkos tiket balik ke Jakarta."

1
2
Berikutnya
TAG:
kamboja
wni
kbri
indonesia

Berita Terkait
1
2
3
4
5
6
7

Pihak Sekolah harus ikut bertanggung Jawab, bila ada kasus perudungan Pelajar saat masih jam..

Banten   Selasa, 28 Mei 2024  11:00

Hubungi 112 atau Whatsapp call center 0812-1200-4664/0812-1200-9669 Bila melihat atau menemukan..

Banten   Selasa, 28 Mei 2024  09:03

Reza: Program CCTV Desa Itu Berdasarkan Ide Bupati Musi Rawas

Sumsel   Selasa, 28 Mei 2024  08:20

Usai diperiksa penyidik, Linda teman Vina Cirebon: semoga kasusnya cepat selesai, kasihan banyak..

Hukum   Selasa, 28 Mei 2024  07:13

Ratusan mobil dinas Pemprov Banten senilai Rp25 M hilang

Tipikor   Selasa, 28 Mei 2024  06:33

Kapolresta Bogor Kota Pimpin Apel Gabungan TNI, Polri dan Sat Pol PP, Dalam Mencegah Gangguan..

DAERAH   Senin, 27 Mei 2024  22:04

SMAN 17 Palembang Terbaik Lomba Perpustakaan Tingkat Sumsel

SUMSEL   Senin, 27 Mei 2024  21:39

Deklarasi PPDB Tahun 2024/2025 di Palembang: Ratu Dewa Tekankan Pentingnya Validitas Data dan..

SUMSEL   Senin, 27 Mei 2024  21:25

Gercep Polisi Ungkap Peran 3 Pembobol ATM Picu Kebakaran Minimarket di Bogor

DAERAH   Senin, 27 Mei 2024  21:19

H. Asep Japar Melangkah Mantap Dengan Dukungan H.Marwan Hamami

JABAR   Senin, 27 Mei 2024  21:03

Polsek Bogor Barat menempatkan standing banner nomor pengaduan Polresta Bogor Kota

DAERAH   Senin, 27 Mei 2024  20:44

Hotman Paris upload video arwah Vina kembali rasuki Linda untuk kedua kali

HUKUM   Senin, 27 Mei 2024  20:28

Sofyan, caleg terpilih PKS diduga pakai hasil jual narkoba untuk keperluan pileg

HUKUM   Senin, 27 Mei 2024  19:57

Caleg terpilih dari PKS dibekuk polisi, bos 70kg sabu

HUKUM   Senin, 27 Mei 2024  18:08

Program PTSL Desa Karang Baru Kecamatan Sumber Marga Telang, diduga kuat jadi ajang pungli..

SUMSEL   Senin, 27 Mei 2024  18:07

Korem 044/Gapo Menerima Kunjungan Dalproggar Itdam II/Swj

SUMSEL   Senin, 27 Mei 2024  17:15

Kenaikan UKT di seluruh perguruan tinggi negeri dibatalkan

NASIONAL   Senin, 27 Mei 2024  17:03

Tunjang sektor pertanian, Pemerintah Desa Sumber Mulya Prioritaskan Pembangunan Jembatan

SUMSEL   Senin, 27 Mei 2024  15:49

Championship Tingkat Nasional 2024, Pesilat Sudahan Bertabur Medali

SUMSEL   Senin, 27 Mei 2024  15:45

Ketua Yayasan Makelar Amal Indonesia Bagikan Sembako untuk Korban Kebakaran di Kalidoni

SUMSEL   Senin, 27 Mei 2024  15:33

Linda, sosok penting dalam kasus Vina Cirebon dikabarkan ditemukan dan alami depresi

HUKUM   Senin, 27 Mei 2024  13:58

Ini fungsi Govtech Ina Digital yang diluncurkan Jokowi

NASIONAL   Senin, 27 Mei 2024  13:16

Jelang 12 hari POPDA XI Banten, Kota Tangerang siapkan 379 Atlet

BANTEN   Senin, 27 Mei 2024  13:12

Kegiatan Posyandu Remaja jadikan Generasi yang Tumbuh Sehat dan Produktif

BANTEN   Senin, 27 Mei 2024  10:18

Puluhan relawan Asep Japar Gelar Nobar di Sertai Konsolidasi Satukan Visi Misi Untuk Bupatikan..

JABAR   Senin, 27 Mei 2024  00:07
Selengkapnya
Bagikan Facebook
Bagikan X
Bagikan Whatsapp
Bagikan Telegram
Copy Link