Disebut Identik Sexualitas, Mitos “SOBRAH LONTE” Dipercaya jadi Ritual Khas di Gunung Kemukus Sragen Jawa Tengah
Ketika kembali dari bertapa, Ontrowulan lebih dulu mampir mandi di Sendang kemudian pergi ke puncak Gunung Kemukus menemui suaminya. Namun alangkah kagetnya, saat mengetahui penduduk desa baru saja menguburkan jasad suaminya. Perasaan sedih menusuk hatinya, sampai akhirnya Ontrowulun turut menyusul suaminya.
Beberapa tahun sejak kepergianya, Pangeran Samudro menampakkan diri secara ghaib dalam penglihatan tokoh tetua adat desa. Saat itu Pangeran Samodra berpesan pada tetua desa, bahwa ia akan memenuhi keinginan setiap orang yang datang ziarah ke makamnya dengan membawa bunga, namun dengan syarat bahwa orang itu harus memiliki pasangan.
Konon dari mitos ini para pelaku ritual mempercayai, jika mereka datang dengan pasangan menjalani ritual di makam Pangeran Samodra, maka keberhasilan akan cepat di capai. Makna pasangan di artikan selingkuhan bagi para pelaku ritual yang belum memiliki pasangan maupun yang sudah memiliki pasangan. Sedangkan mendekatkan diri pada kesenangan yang di tuju, di tafsirkan sebagai tujuan perselingkuhan, tak lain hanyalah untuk hubungan intim.
Mitos ini semakin lama semakin berkembang dan men-tradisi dikalangan para pelaku ritual. Karena di dukung dengan banyaknya para pelaku ritul yang berhasil sukses memiliki kekayaan usai mereka menjalani laku ritual dengan pasangan selingkuh. Oleh karena itu tak dipungkiri, di era tahun 70an banyak pelaku ritual yang melakukan hubungan intim di sekitar makam, usai mereka menjalani ritual di Gunung Kemukus.
Namun seiring dengan merebaknya aktifitas di sekitar makam, dan semakin banyaknya tempat yang bisa di sewa untuk melakukan hubungan intim, makin lama Gunung Kemukus berubah menjadi prostitusi berbalut wisata religi.
“Kondisi seperti itu sekarang sudah mulai berubah, sejak segala kegiatan prostitusi yang ada Gunung Kemukus di tutup secara resmi oleh aparat,” Ujar Warti, salah seorang pemilik rumah di sekitar makam.
Secara tegas Pemerintah Kabupaten Sragen melarang aktifitas dan kegiatan Prostitusi di Gunung Kemukus. Tak dipungkiri, sampai saat ini keyakinan ritual dengan selingkuhan bisa mendatangkan kekayaan di Gunung Kemukus memang sudah mentradisi di kalangan para pelaku ritual. Bahkan penduduk sekitar menganggap hal tersebut adalah sesuatu hal yang biasa, karena mitos yang melekat di Gunung Kemukus
Padahal jika di cermati lebih jauh makna ucapan Pangeran Samodra sebelum beliau meninggal bisa di artikan, bahwa untuk mendapatkan sebuah keinginan, seseorang harus teguh dan sungguh sungguh melakukannya, mantab, tidak goyah dan tergoda oleh segala godaan, harus konsentrasi kepada sesuatu yang dituju agar bisa mendapatkanya. Dekatkan dengan yang menjadi kesenangan, bahwa segala daya upaya tersebut haruslah sesuatu yang dekat dengan apa yang di harapkan, perbanyak doa dan permohonan kepada Tuhan, agar memudahkan meraih keinginan.* (Awi)


