Disebut Identik Sexualitas, Mitos “SOBRAH LONTE” Dipercaya jadi Ritual Khas di Gunung Kemukus Sragen Jawa Tengah

Disebut Identik Sexualitas, Mitos “SOBRAH LONTE” Dipercaya jadi Ritual Khas di Gunung Kemukus Sragen Jawa Tengah
 
LIFESTYLE
Minggu, 28 Nov 2021  09:33

Obyek wisata religi yang menjadi andalan Pemerintah Daerah Kabupaten Sragen ini memang penuh kontroversi dan dilematis. Di satu sisi menjadi aset pemasukan bagi pemerintah daerah dan warga desa sekitar yang mengandalkan hasil dari obyek wisata Gunung Kemukus. Namun di sisi yang lain Gunung Kemukus menjadi ajang prostitusi.

Tahun 70an, prostitusi di Gunung Kemukus memang tak semarak era 90an. Seiring dengan banyaknya para peziarah yang datang menjalani laku ritual Gunung Kemukus, lambat laun berbagai aktifitas di sekitar Gunung Kemukus semakin komplek. Kawasan perbukitan yang dulunya sepi, jauh dari aktifitas penduduk desa, sekarang mulai ramai dan marak dikunjungi para pelaku ritual. Sampai pada tahun 90an, keberadaan Gunung Kemukus semakin hari semakin bertambah ramai.

Para perempuan yang semula menjual diri dengan cara kasak kusuk, di era tahun 90an mereka sudah mulai berani terang terangan. Bahkan para mucikari mulai menampung mereka di warung warung yang di jadikan sebagai tempat penampungan di Gunung Kemukus.

Kawasan Gunung Kemukus yang semula sepi, mulai berubah menjadi perkampungan milik warga dan pendatang. Banyak pendatang yang mulai mengontrak tanah dan rumah untuk kegiatan hiburan malam dan prostitusi. Merebaknya prostitusi di Gunung Kemukus di picu adanya kepercayaan ritual perselingkuhan atau hubungan seks yang harus mereka lakukan setiap kali menjalani ritual di Gunung Kemukus. Hal ini di lakukan agar mereka ( para pelaku ritual ) bisa mendapatkan kesuksesan dan kekayaan.

Kepercayaan seperti itu akhirnya menjadi salah satu fakor merebaknya prostitusi di Gunung Kemukus. Di awali dari pasangan selingkuh dengan melakukan hubungan intim di Gunung Kemukus, akhirnya para pelaku ritual yang tak memliki pasangan selingkuh memakai jasa para wanita tuna susila untuk diajak berhubungan intim, agar bisa mendapatkan kekayaan.

Tak jarang ada juga perempuan yang mengaku warga sekitar mau di ajak kencan oleh para pelaku ritual, demi harapan kerberhasilan mendapatkan kekayaan. Karena jika berhasil, para pelaku ritual tidak akan mungkin melupakan jasa peerempuan ini. Perselingkuhan dengan cara melakukan hubungan intim di Gunung Kemukus, akhirnya membuat banyak wanita dari daerah lain datang dan menetap di Gunung Kemukus.

Rumah warga yang semula berfungsi sebagai rumah tangga biasa, banyak yang di sewa di alihkan fungsikan menjadi rumah bordil, kafe dan rumah inap. Bahkan beberapa rumah di jadikan tempat untuk pub dan karaoke. Obyek wisata yang semula sakral dan religi mulai berubah menjadi komplek prostitusi, seiring dengan merebaknya mitos hubungan intim dengan selingkuhan di Gunung Kemukus bisa mendatangkan kekayaan.

Ritual yang semula dipakai sebagai upaya untuk ngalap berkah, memohon berkah kemurahan rejeki kepada Tuhan, akhirnya berubah menjadi tempat untuk berburu kekayaan dengan cara selingkuh dan berhubungan intim. Sampai akhirnya, Pemerintah Kabupaten Sragen menyapu bersih prostitusi di Gunung Kemukus.

Adanya ritual hubungan intim dengan selingkuhan bukan tanpa alasan, karena mitos perjalanan hidup Pangeran Samudro dengan Nyai Ontrowulan di beberapa versi cerita tak lepas dari kontroversi cerita perselingkuhan.

<<
1
2
3
4
5
Berikutnya
Tampilkan Semua
TAG:
#kemukus
#sragen
#wisata
#jawa tengah
Berita Terkait
Rekomendasi
1
2
3
4
5
6
7
Indeks Berita