Advertisement

Dinas Perikanan Kabupaten Sukabumi Larang Warga Gunakan Racun untuk Cari Ikan

JABAR
Kamis, 14 Sep 2023  02:49
Dinas Perikanan Kabupaten Sukabumi Larang Warga Gunakan Racun untuk Cari Ikan
 

aliansinews.id - Sukabumi, Dinas Perikanan Kabupaten Sukabumi melarang warga menggunakan racun untuk mencari ikan.

Sebab, penggunaan racun sangat berbahaya bagi ekologi dan ekosistem sungai dan danau. Susanti Mariam, Inovator Satu Joran, mengatakan, Dinas Perikanan Kabupaten Sukabumi mengajak masyarakat berpartisipasi dalam usaha pelestarian ikan dan lingkungan.

Langkah-langkah yang dapat dilakukan meliputi menjaga kebersihan sungai, menanam pohon di sekitar sungai atau situ, tidak membuang sampah sembarangan, menghindari penggunaan alat tangkap berbahaya seperti setrum dan racun, serta berkolaborasi dalam mengawasi pembuangan limbah berbahaya ke sungai.

Advertisement

Baca juga: Wabup Sukabumi Lepas 10 Ribu Peserta Karnaval Budaya Hari Jadi Ke 153 Kabupaten Sukabumi

Untuk mencegah pencemaran sungai dan danau, kata Susanti Mariam, dinas perikanan giat melakukan sosialisasi dan memasang spanduk larangan. Musim kemarau menjadi waktu di mana penggunaan racun di sungai sering terjadi.

"Aturan terkait larangan ini (penggunaan racuan) diatur dalam Perda Nomor 1 Tahun 2023 tentang Pengelolaan Perikanan. Pasal 57 mengatur hukuman bagi mereka yang menyebabkan pencemaran atau kerusakan terhadap sumber daya ikan dan lingkungan, dengan ancaman hukuman kurungan hingga 6 bulan atau denda maksimal Rp50 juta," kata Susanti Mariam.

Advertisement Jaro Ade

Selain sosialisasi tentang larangan penggunaan racun, Dinas Perikanan Kabupaten Sukabumi juga menebar 4.000 ekor ikan di Sungai Cimahi, Desa Cibatu, Kecamatan Cisaat, Kabupaten Sukabumi. Pelepasliaran itu implementasi program satu joran untuk menjaga keseimbangan ekosistem perairan.

"Semangat pelepasliaran ini dapat menular kepada semua komunitas. Kesadaran yang tinggi terhadap perlunya menjaga ikan dan ekosistem perairan akan membantu upaya pengelolaan perairan darat di Kabupaten Sukabumi untuk masa depan yang berkelanjutan," ujar Susanti Mariam.

Dia menuturkan, 2.000 ekor ikan Nilem dan 2.000 ekor Wader telah dilepaskan. Langkah ini diambil untuk mendukung pelestarian ekosistem perairan dan mengembangkan populasi ikan-ikan tersebut di lingkungan alaminya.

Advertisement

Baca juga: Dukung Produksi Perikanan, Diskan Bangun Jalan Produksi TPI Cikembang

"Kami pilih Nilem dan Wader karena ikan lokal ini hidup liar di perairan umum, terutama di sungai dengan arus sedang dan air jernih. Ikan-ikan ini memiliki nilai ekonomis yang tinggi dan dapat dimanfaatkan sebagai sumber gizi dalam masyarakat," tutur Susanti Mariam.

1
2
Berikutnya
TAG:
DINAS KELAUTAN DAN PERIKANAN
NUNUNG NURHAYATI
KABUPATEN SUKABUMI

Berita Terkait
1
2
3
4
5
6
7

Maju Jadi Calon Bupati Bogor, Jaro Ade Ingin Bangun Kabupaten Bogor Secara Kolaboratif

Daerah   Minggu, 26 Mei 2024  22:21

3 DPO kasus Vina Cirebon adalah amar putusan pengadilan, polisi harus mempertanggung jawabkan..

Hukum   Minggu, 26 Mei 2024  22:13

Marwan Hamami Tegaskan Asep Japar telah Tempuh Mekanisme Partai Golkar untuk Pilkada Sukabumi..

Jabar   Minggu, 26 Mei 2024  21:29

Indonesia Indicator: Polri Ikut Andil Suksesnya World Water Forum

Nasional   Minggu, 26 Mei 2024  20:08

Kasus Vina Cirebon, Indonesia dianggap darurat hukum, Hotman Paris minta bantuan Jokowi

Hukum   Minggu, 26 Mei 2024  19:31

Polda Jabar nyatakan tidak ada lagi DPO dan tidak ada pejabat terlibat dalam kasus pembunuhan..

HUKUM   Minggu, 26 Mei 2024  16:07

Dihadirkan dalam konpers, Pegi berontak dan bantah keterangan polisi

HUKUM   Minggu, 26 Mei 2024  14:44

Pengeboran Ilegal Driling Di Keluang di Duga Menelan Korban

SUMSEL   Minggu, 26 Mei 2024  14:06

Pengedar tramadol dan hexymer di Pandeglang dibekuk polisi

DAERAH   Minggu, 26 Mei 2024  09:56

Terindikasi banyak kecurangan, Bupati dan Walikota diminta awasi Stasiun Pengisian Elpiji (SPBE)..

EKONOMI   Minggu, 26 Mei 2024  09:52

60 Panwascam Se-OKU Timur Resmi Dilantik, Ini Pesan Bupati Enos

OKU TIMUR   Minggu, 26 Mei 2024  09:00

Ayah Eky terkesan enggan tuntaskan kasus Vina Cirebon, Pengacara: apa yang anda takutkan?

HUKUM   Minggu, 26 Mei 2024  08:15

Netizen geram! Pemotor di Purwakarta jatuh terlindas truk gegara polisi, malah keluarga korban..

DAERAH   Minggu, 26 Mei 2024  07:31

Cisadane Meluap, Benyamin: "Prioritaskan Bantuan Terdistribusi ke Masyarakat yang terdampak!"..

BANTEN   Minggu, 26 Mei 2024  06:41

Pemdes Ulak Ata tuntaskan berbagai pembangunan fisik bersumber dari DD TA.2024

LAMPUNG   Sabtu, 25 Mei 2024  22:10

Kang Asep Japar Berkunjung ke Ponpes Yatim Nurul Muhtadiin Bojonggenteng Sukabumi

JABAR   Sabtu, 25 Mei 2024  21:04

Kasdim 0418/Palembang Pimpin Gotong Royong Pembersihan Puing-Puing Pasca Kebakaran

SUMSEL   Sabtu, 25 Mei 2024  19:34

Paduan Suara Lipur Cindo Tampil Memukau pada Upacara Hari Kebangkitan Nasional 2024 di Palembang..

SUMSEL   Sabtu, 25 Mei 2024  18:44

Situasi Kamtibmas Wilkum Sanga Desa Tidak Kondusif, Masyarakat dan LSM POSE RI Bakal Demo di..

SUMSEL   Sabtu, 25 Mei 2024  18:38

Pria di Bogor Dianiaya hingga Tewas, Lalu Dibuang ke Tamansari, Polisi Ungkap Kronologi dan..

DAERAH   Sabtu, 25 Mei 2024  18:26

17 KK di Jaktim mengungsi akibat kali Ciliwung meluap

DAERAH   Sabtu, 25 Mei 2024  18:08

11 SPBE culas!!! Isi gas melon dikurangi, kerugian hingga 19,5 M

EKONOMI   Sabtu, 25 Mei 2024  16:36

Bupati Sukabumi H. Marwan Hamami Soroti Skandal Pemilihan PPK di KPUD

JABAR   Sabtu, 25 Mei 2024  16:33

Hujan Deras, Kota Bogor Dilanda Bencana, 6 Jiwa Terancam

DAERAH   Sabtu, 25 Mei 2024  15:42

Jokowi bersama Gibran dan cucu liburan ke Candi Borobudur

NASIONAL   Sabtu, 25 Mei 2024  14:46
Selengkapnya
Bagikan Facebook
Bagikan X
Bagikan Whatsapp
Bagikan Telegram
Copy Link