Baru Merdeka, Warga Desa Malasari Kini Merasakan Usai Jalan Dibangun

Baru Merdeka, Warga Desa Malasari Kini Merasakan Usai Jalan Dibangun
 
BOGOR RAYA
Selasa, 26 Agu 2025  20:30

"Kalau dulu, bisa seharian kalau harus ke sana. Jauh sekali," ujarnya.

Kondisi ini membuat warga dan pemerintah kecamatan mencari siasat. Maka lahirlah SMP Terbuka, sebuah solusi alternatif agar anak-anak tidak perlu berjalan jauh keluar kampung.

Konsepnya berbeda dengan sekolah reguler, siswa lebih dituntut aktif, guru hanya berperan sebagai fasilitator, sementara materi pembelajaran diberikan dalam bentuk paket yang disubsidi pemerintah.

Namun, realitas di lapangan tak semudah konsep di atas kertas.

"Anak-anak di kampung biasanya pasif. Kalau tidak dikasih, ya mereka tidak minta. Jadi tetap saja harus ada guru yang mengajar seperti biasa," kata Harun.

Guru-guru SD di kampung lah yang akhirnya merangkap sebagai pengajar SMP Terbuka, memastikan anak-anak tetap mendapatkan hak belajar meski kualitasnya tak semaksimal sekolah reguler.

Masalah pendidikan itu berkelindan dengan persoalan infrastruktur dan komunikasi. Jalan yang kini mulai dibuka sebagian oleh pemerintah kabupaten memang mempersingkat waktu tempuh, tetapi belum sepenuhnya menjangkau kampung. Perbaikan masih diperlukan agar mobilitas warga, termasuk guru dan anak sekolah, lebih lancar.

Di sisi lain, kendala sinyal juga menjadi cerita sehari-hari. Akses internet yang terbatas membuat komunikasi dengan dunia luar kerap tersendat.

"Kadang pakai WiFi tembak. Kalau tidak, ya sama sekali tidak ada sinyal," tutur Harun.

<<
1
2
3
Berikutnya
Tampilkan Semua
TAG:
#cigudeg
#rudy susmanto
#leuwiliang
#nanggung
#kabupaten bogor
#bogor raya
Berita Terkait
Rekomendasi
1
2
3
4
5
6
7
Indeks Berita