Bawaslu Banyuasin diminta Usut Kasus Caleg DPRD Banyuasin Bagi-bagi Sembako

Bawaslu Banyuasin diminta Usut Kasus Caleg DPRD Banyuasin Bagi-bagi Sembako
Foto: Bawaslu RI
SUMSEL
Kamis, 25 Jan 2024  21:13

Banyuasin_AliansiNews.id.

Selama masa kampanye pada Pemilu 2024 calon legislatif (caleg) melakukan berbagai cara untuk melakukan kampanye dan menggaet hati masyarakat.

Akan tetapi pada Pemilu kali ini praktik bagi-bagi sembako yang kerap kali menjadi media kampanye dilarang.

Baca juga: Kawal Pemilu Bersih 2024, DPD LAI_BPAN Sumsel ajak masyarakat hindari Hoaks demi lahirkan pemimpin yang berintegritas

Kampanye melalui bagi-bagi sembako nyatanya dinilai dapat mempengaruhi dan merusak demokrasi.

Sejalan dengan itu Ketua DPD LAI BPAN Sumsel mengatakan, berdasarkan Peraturan Komisi Pemilihan Umum (PKPU) Nomor 15 tahun 2023, bahan kampanye yang dapat dijadikan bentuk barang tertentu hanya diperkenankan dengan batasan nominal Rp100 ribu.

"Beras dan minyak tidak boleh, yang boleh seperti kaos, stiker, poster dan barang lainnya sesuai dengan PKPU," Ujar Syamsudin Djoesman. Kamis (25/1/2024)

Ia juga membeberkan bahwa pihaknya akan segera melaporkan temuan tersebut ke Bawaslu Banyuasin serta Sentra Gakumdu Polres serta meminta APH mengambil langkah tegas dalam upaya pencegahan terhadap praktik tersebut saat masa kampanye berlangsung, bagi-bagi sembako yang diduga dilakukan oleh Salah satu Caleg Gerindra No urut 2 Dapil 3. Banyuasin II, Muara Telang

Baca juga: Dilla Kecewa Pelayanan lurah 22 Ilir Palembang, Terkesan Lepas Tangan

Tanjung Lago, Sumber Marga Telang, Karang Agung Ilir.

Berdasarkan undang-undang nomor 7 tahun 2017 pasal 523 juncto 280, serta Pasal 280 Huruf J ayat 1 dan 2 undang-undang No 27 Tahun 2007," terangnya pada awak media

Hal:
1
2
Berikutnya
Formasi Indonesia Satu Jaro Ade
TAG:
Bawaslu Banyuasin pidana caleg pileg kampanye sembako
Berita Terkait
Selengkapnya