Kasus dosen Untag tewas di Semarang, mahasiswa tuntut polisi transparan
Dimana, saat ditemukan tewas korban dalam kondisi tergeletak dilantai ditutup kain dan tanpa mengenakan busana di kamar hotel di Jalan Telaga Bodas Raya No. 11, Kelurahan Karangrejo, Kecamatan Gajahmungkur, Kota Semarang, pada Senin (17/11/25).
Mahasiswa menyebutkan dari informasi yang didapat orang pertama yang menemukan dosen Levi adalah AKBP Basuki (56), perwira menengah Direktorat Samapta Polda Jawa Tengah bagian Pengendali Massa (Dalmas). Basuki kemudian melaporkan temuan tersebut ke Polsek Gajahmungkur.
Jantung pecah tergeletak tanpa busana
Perwakilan mahasiswa Untag Semarang, Antonius Fransiskus Polu menambahkan bahwa dari keterangan pihak rumah sakit, dosen yang dikenal dekat dengan mahasiwa dan sering diskusi dengan mahasiswa itu sempat memeriksakan diri ke RS Kariadi.
"Siang hari beliau sempat periksa. Beliau punya riwayat darah tinggi. Ketika kembali ke kos, ada aktivitas berlebih yang menyebabkan jantungnya pecah. Yang menjadi kejanggalan, posisi beliau ditemukan tergeletak tanpa busana," ujar Frans di Mapolda Jawa Tengah, Rabu (19/11/25).
Dalam audiensi tersebut, Frans menyoroti sejumlah kejanggalan lain, termasuk jeda waktu yang cukup lama sejak korban terakhir terlihat hingga ditemukan tewas, serta status orang yang disebut sebagai saksi kunci.
“Di penginapan itu yang tinggal hanya Bu Levi. Sementara saksi kunci (AKBP Basuki, red) ini kami belum tahu apakah pengunjung atau bukan. Tidak ada yang kami temukan di lokasi,” katanya.


