Wakil Bupati Sukabumi H. Andreas Buka Syukuran Hari Nelayan ke-69 dan Festival Seni Budaya di Geopark Ciletuh

Wakil Bupati Sukabumi H. Andreas Buka Syukuran Hari Nelayan ke-69 dan Festival Seni Budaya di Geopark Ciletuh
 
JABAR
Senin, 20 Jul 2026  23:22

Wakil Bupati Sukabumi H. Andreas secara resmi membuka Syukuran Hari Nelayan ke-69 yang dirangkaikan dengan Festival Seni Budaya di Pantai Palangpang, Desa Ciwaru, Kecamatan Ciemas, Jumat (17/7/2026).

Kegiatan yang mengusung tema "Ngagungkeun Nu Kawasa, Ngajaga Budaya, Ngamumule Nelayan" tersebut menjadi momentum untuk memperkuat pelestarian budaya maritim sekaligus mendorong pengembangan sektor parikanan dan pariwisata di Kabupaten Sukabumi.

Acara berlangsung meriah dengan dihadiri Anggota DPR RI, anggota DPRD, unsur Forkopimda, Forkopimcam, Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI), tokoh masyarakat, pelaku UMKM, serta ribuan masyarakat pesisir yang turut memeriahkan rangkaian kegiatan.

Dalam sambutannya, Wakil Bupati Sukabumi H. Andreas menegaskan bahwa Syukuran Hari Nelayan yang telah berlangsung hampir tujuh dekade merupakan warisan budaya yang memiliki nilai historis dan sosial tinggi sehingga harus terus dilestarikan.

Menurutnya, tradisi tersebut bukan sekadar seremoni tahunan, melainkan bentuk ungkapan rasa syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa atas hasil laut yang melimpah sekaligus simbol kuatnya identitas masyarakat pesisir Kabupaten Sukabumi.

"Syukuran Hari Nelayan merupakan warisan budaya yang harus terus kita jaga. Tradisi ini menjadi wujud rasa syukur atas rezeki yang diberikan Allah SWT sekaligus memperkuat identitas masyarakat pesisir serta meningkatkan kepedulian terhadap kelestarian lingkungan laut," ungkapnya.

Wabup menilai penyelenggaraan Festival Seni Budaya di kawasan Geopark Ciletuh menjadi bukti bahwa pelestarian budaya dapat berjalan beriringan dengan pengembangan sektor pariwisata.

Beragam pertunjukan seni tradisional yang ditampilkan tidak hanya menjadi hiburan masyarakat, tetapi juga memiliki nilai edukasi dan daya tarik wisata.

Atraksi budaya seperti tari jaipong, tari jipeng, kuda lumping, hingga wayang golek diyakini mampu menarik minat wisatawan sekaligus membuka peluang ekonomi bagi pelaku UMKM, pengrajin, serta masyarakat nelayan.

1
2
Berikutnya
Tampilkan Semua
TAG:
#
Berita Terkait
Rekomendasi
1
2
3
4
5
6
7
Indeks Berita