Kafe de’Clan Signature yang digeledah polisi, tempat Jampidsus Febrie Adriansyah pernah dikuntit anggota Densus 88

Kafe de’Clan Signature yang digeledah polisi, tempat Jampidsus Febrie Adriansyah pernah dikuntit anggota Densus 88
Foto: Restoran Cafe de Clan Signature tempat ditemukannya uang senilai Rp 67 miliar di dalam brankas saat penggerebekan polisi kini tutup pada Kamis (9/7/2026) pagi
TIPIKOR
Kamis, 09 Jul 2026  17:18

Nama Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus Kejaksaan Agung Febrie Adriansyah kembali muncul dalam perhatian publik saat Polri menggeledah sejumlah lokasi terkait dugaan korupsi dan tindak pidana pencucian uang dalam perkara batu bara PLN.

Febrie bukan disebut sebagai pihak yang diperiksa atau disidik dalam perkara tersebut.

Namanya mencuat karena dua fakta yang terjadi bersamaan: Kafe de’Clan Signature yang pernah dikaitkan dengan peristiwa penguntitan terhadap Febrie pada 2024 kini ikut digeledah Polri, sementara rumah Febrie dijaga personel TNI pada hari yang sama.

Peristiwa penguntitan terhadap Febrie sebelumnya dibenarkan Kejaksaan Agung pada 2024.

Saat itu, Kejagung menyebut Jampidsus Febrie Adriansyah dikuntit oleh anggota Densus 88 Antiteror Polri.

Kejagung juga menyatakan terdapat temuan profiling Febrie di ponsel anggota Densus 88 yang diamankan.

Setelah identitas anggota tersebut diketahui, Kejagung menyerahkan proses selanjutnya kepada Pengamanan Internal atau Paminal Polri.

Dua tahun setelah peristiwa itu, Kafe de’Clan Signature di Cipete, Jakarta Selatan, kembali masuk dalam pemberitaan.

Kali ini, lokasi tersebut digeledah tim gabungan Korps Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi Polri dan Polda Metro Jaya dalam penyidikan dugaan korupsi, suap, gratifikasi, dan pencucian uang.

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Budi Hermanto mengatakan penggeledahan dilakukan di 12 lokasi.

Perkara yang diusut berkaitan dengan PT PLN, PT Asabri, dan Krakatau Steel. Dua lokasi yang sudah selesai digeledah pada Rabu (8/7/2026) malam adalah Kafe de’Clan Signature di Cipete dan Koin Money Changer di Cipete Selatan, Jakarta Selatan.

Dari Kafe de’Clan, penyidik menyita uang dalam berbagai mata uang asing dengan nilai konversi hampir Rp60 miliar.

Sementara dari Koin Money Changer, penyidik menyita mata uang asing senilai sekitar Rp7,2 miliar.

Polisi juga menemukan barang bukti bernilai besar di sebuah rumah di Sentul, Kabupaten Bogor, berupa 74 kilogram emas batangan, uang 4,76 juta dolar AS, 14 juta dolar Singapura, dan Rp100 juta.

Pada hari yang sama dengan rangkaian penggeledahan itu, rumah Febrie Adriansyah di kawasan Kramat Pela, Jakarta Selatan, dijaga personel TNI.

Pusat Penerangan TNI menyatakan pengamanan tersebut dilakukan atas permintaan institusi Kejaksaan. Kapuspen TNI Brigjen Muhammad Nas mengatakan pengamanan itu telah dikoordinasikan sesuai mekanisme dan ketentuan yang berlaku berdasarkan Peraturan Presiden Nomor 66 Tahun 2025 tentang pelindungan negara terhadap jaksa.

“Terkait pengamanan Jampidsus, benar bahwa pengamanan tersebut dilakukan atas permintaan institusi kejaksaan,” kata Muhammad Nas, Kamis (9/7/2026).

TAG:
#febrie adriansyah
#jampidsus
#tppu
#polda metro
#polri
#korupsi batu bara
Berita Terkait
Mabes Polri juga dijaga ketat, rantis Brimob dan polisi bersenjata lengkap siaga
Mabes Polri juga dijaga ketat, rantis Brimob dan polisi bersenjata lengkap siaga
Mabes Polri juga dijaga ketat, rantis Brimob dan polisi bersenjata lengkap siaga
Mabes Polri juga dijaga ketat, rantis Brimob dan polisi bersenjata lengkap siaga
Rekomendasi
1
2
3
4
5
6
7
Tak terima ditegur terobos perlintasan KA, pemotor keroyok petugas
Jembrana Bali diguncang gempa dua kali malam ini
Pembalakan liar "berjamaah" di Sumurkondang, dari oknum petugas hingga oknum penggiat lingkungan hidup diduga terlibat
Yayasan Pendidikan Bina Jaya Sukses Gelar Pembukaan MPLS 2026
Banjir kritikan, DPR akui Pengalihan Kasus Febrie Adriansyah tak diatur KUHAP
Indeks Berita