LAI Santai Tanggapi Surat Paguyuban Orang Jawa Perantauan “Ojo Dumeh” yang Viral
Saat ditanya apakah surat tersebut ada kaitan dengan masalah instalasi PLN di Rawajitu Utara yang berlarut-larut, Untung mengatakan belum tahu persis.
“Kalau melihat ‘timing’ dan narasinya sepertinya berhubungan, tapi kami belum tahu persis karena belum mendapatkan bukti yang kongkrit. LAI kan harus kritis tapi tidak boleh fitnah,” imbuhnya.
Anggota DPRD Kabupeten Mesuji itu juga mengatakan terkait instalasi PLN di Rawajitu Utara, masyarakat setempat tidak mau lepas dari LAI, karena LAI sungguh-sungguh memperjuangkan permasalahan itu.
Namun Untung juga mengakui bahwa dirinya mendapatkan banyak pertanyaan dari anggotanya, sehingga merasa perlu untuk memberikan penjelasan.
“Kalau kami para pengurus sebenarnya santai, tapi kami juga tidak bisa berdiam diri melihat adanya keresahan di kalangan anggota,” kata dia.
Kesan santai juga ditunjukkan oleh DPP LAI, seperti yang ditunjukkan oleh Wakil Ketua Umum Muhammad Safei, saat diwawancarai oleh Media AI.
“Loh, malah bagus to?” itu reaksi pertama saat dimintai tanggapan terhadap surat paguyuban tersebut.
Dengan ada respons seperti itu justru merupakan hal yang positif, demikian dia sampaikan.
“Artinya LAI mendapatkan respons. Bahwa responsnya ada yang positif dan negatif, semua kita lihat sisi positifnya. Itu artinya kehadiran LAI di Lampung diakui, meski cara mengakuinya seperti sebuah perlawanan,” jelasnya.