ARUN Sumsel Dikukuhkan, Dorong Penguatan Advokasi Masyarakat dan Perjuangkan Reforma Agraria
“Karena bicara tentang advokasi bahwa bukan hanya dalam proses pendampingan hukum. Pendampingan sosial, pendampingan politik, pendampingan budaya, pendampingan keamanan, pendampingan pertahanan, pendampingan hubungan internasional, atau seluruh pendampingan-pendampingan interaksi sosial masyarakat,” ungkapnya.
Fernando mengatakan, gerakan ARUN di tingkat akar rumput juga diarahkan untuk memberikan kontribusi dalam pembentukan kebijakan dan regulasi, termasuk terkait reforma agraria.
Ia kemudian mengingatkan jajaran ARUN Sumsel agar mampu melihat potensi daerah secara lebih luas, khususnya terkait hilirisasi energi.
“Sumsel ada sawit nggak? Ada. Sumsel ada tambang nggak? Ada. Dan apabila bisa dinegasikan berarti apa? Bahwa Sumsel menjadi bagian dari proses aktivitas hilirisasi energi dari perspektif sawit maupun dalam perspektif batu bara,” katanya.
Menurut Fernando, ARUN perlu melihat sejumlah sektor strategis, di antaranya kelapa sawit, batu bara dan energi lokal.
“Saya mengatakan adalah sejauh mana kemampuan DPD Sumsel di kemudian hari terhadap perspektif hilirisasi energi. Hilirisasi energi karena akan didorong menjadi kekuatan kedaulatan energi,” ujarnya.
Erwin Charara: Sejarah Sriwijaya Jadi Motivasi Membangun Daerah
Dewan Pembina DPP ARUN yang juga Penasehat Presiden RI, Irjen Pol (Purn) Drs. H. Erwin Charara Rusmana, mengatakan Sumatera Selatan memiliki sejarah panjang dalam perjalanan politik, hukum, ekonomi hingga peradaban Nusantara.
Menurut Erwin, jejak sejarah tersebut dapat menjadi modal penting untuk membangun semangat masyarakat dalam melihat dan mengembangkan potensi daerah.