Diduga jadi korban bullying, siswa MTs di Pati kehilangan 2 jari

Siswa kelas VII di salah satu Madrasah Tsanawiyah (MTs) di Kabupaten Pati, Jawa Tengah dilarikan ke rumah sakit dan kehilangan dua ruas jarinya akibat terjepit pagar sekolah.
Minggu, 02 Agu 2026  10:26

Ia juga menyayangkan sikap pihak sekolah yang dinilai lepas tangan dan tidak kooperatif dalam menangani kasus ini.

"Selama kami mendampingi korban, ada dugaan bullying karena sampai jarinya putus akibat terjepit di pagar (saat kabur). Namun, pihak sekolah agak tidak kooperatif karena sisa jarinya malah disuruh dikuburkan. Pihak sekolah juga tidak ada upaya menjenguk korban," ujar Padina saat ditemui awak media, Sabtu (1/8/2026).

Padina menambahkan pihak keluarga tidak tinggal diam dan telah menempuh jalur hukum terkait dugaan kekerasan ini.

"Korban juga sudah lapor ke Polresta Pati dan laporannya telah diterima. Untuk tindak lanjut seperti olah TKP, itu sepenuhnya kewenangan Polres," tegasnya.

Sekolah bantah adanya perundungan

Pada sisi lain, pihak MTs menampik keras tudingan adanya aksi bullying maupun pengeroyokan di lingkungan sekolahnya.

Kepala MTs, Syafi`i, menegaskan peristiwa yang menimpa anak didiknya adalah murni kecelakaan saat bermain.

"Kami menyampaikan kejadian di MTs sini murni dari insiden kecelakaan yang tidak ada unsur kesengajaan atau pembulian," jelas Syafi`i.

Lebih lanjut, ia membeberkan kronologi versi pihak sekolah.

Berita Terkait
Selengkapnya