Diduga jadi korban bullying, siswa MTs di Pati kehilangan 2 jari
Nasib nahas menimpa seorang siswa kelas VII di salah satu Madrasah Tsanawiyah (MTs) di Kabupaten Pati, Jawa Tengah.
Siswa tersebut harus dilarikan ke rumah sakit dan kehilangan dua ruas jarinya akibat terjepit pagar sekolah.
Insiden tragis ini diduga terjadi saat korban berusaha kabur dari aksi perundungan (bullying) di lingkungan sekolah.
Peristiwa tersebut terjadi pada Senin (27/7/2026) lalu, sesaat setelah waktu salat zuhur.
Saat sedang berada di area tempat wudu, korban diduga tiba-tiba didatangi dan dikeroyok oleh tiga siswa kelas IX tanpa alasan yang jelas.
Merasa terpojok, panik, dan ketakutan, korban berusaha menyelamatkan diri dengan cara memanjat pagar besi sekolah.
Sayangnya, tangan korban justru terjepit pagar dengan keras.
Insiden itu berakibat fatal, satu ruas jari telunjuk korban terputus di lokasi kejadian, sementara satu ruas jari manisnya hancur dan terpaksa harus diamputasi saat mendapatkan perawatan medis di Keluarga Sehat Hospital (KSH) Pati.
Pendamping korban, Padina Mahardikasari, membenarkan adanya dugaan perundungan di balik insiden putusnya jari korban.