Yai Mim, kronologi kasus dari konflik parkir hingga meninggal dunia

 
Selasa, 14 Apr 2026  13:35

Namun, perbedaan pandangan tersebut tidak pernah menemukan titik temu dan justru memicu ketegangan berkepanjangan.

Situasi semakin meluas setelah sebuah video yang diunggah melalui akun TikTok @sahara_vibesssss menjadi viral. Dalam video tersebut, Yai Mim tampak berguling di depan rumahnya.

Ia kemudian mengakui bahwa aksi tersebut merupakan “drama” yang dilakukan untuk memancing respons dari pihak Sahara. Video itu memicu reaksi luas dari masyarakat.

Dampaknya, pihak kampus bersama Inspektorat Jenderal Kementerian Agama memanggil Yai Mim untuk klarifikasi. Tidak lama kemudian, tepatnya pada pertengahan September 2025, ia resmi diberhentikan dari posisinya sebagai dosen.

Upaya mediasi sebenarnya sempat dilakukan oleh pihak kelurahan, tetapi tidak menghasilkan kesepakatan. Yai Mim disebut tidak pernah menghadiri undangan mediasi tersebut.

Seiring waktu, situasi di lingkungan Kavling Depag III Atas semakin memanas. Warga merasa resah dengan keberadaan Yai Mim hingga akhirnya ketua RT mengeluarkan surat pengusiran dengan berbagai pertimbangan, termasuk dugaan pelanggaran norma sosial.

Ketegangan kemudian berlanjut ke ranah hukum. Pada akhir September 2025, Yai Mim dan Nurul Sahara saling melaporkan dugaan pencemaran nama baik ke Polresta Malang Kota.

Tidak berhenti di situ, pada awal Oktober 2025, Yai Mim kembali membuat laporan terkait dugaan penistaan agama dan persekusi oleh warga. Sekitar 15 orang dilaporkan, termasuk suami Sahara, Sofwan.

Ia juga mengaku mengalami kerugian materiel hingga Rp 30 juta, termasuk kehilangan barang berharga seperti jam tangan dan sepatu bermerek, serta dugaan pembakaran alat salat milik istrinya.

Berita Terkait
Selengkapnya