Tolak Tanggung Jawab Kehamilan, "Penjaga Opak" dengan Sadis Mutilasi Kekasihnya

Tolak Tanggung Jawab Kehamilan, "Penjaga Opak" dengan Sadis Mutilasi Kekasihnya
Pelaku mulitasi, Mulyana si "Penjaga Opak". (X @devprinceps)
HUKUM
Selasa, 22 Apr 2025  16:27

Sembilan tahun berselang, tepatnya 13 April 2025 siang, bocah SD yang telah menjadi pemuda ini justru membunuh kekasihnya. Awalnya ia menjemput SA dari rumah kakek untuk makan bakso di kawasan Ciomas.

Setelah makan, ia lanjut membawa SA ke kawasan Peninjauan. Di situ rencananya mereka akan membicarakan tentang kehamilan korban.

Salahuddin menyebut, pelaku terlebih dulu meminta korban untuk mengantarnya ke kawasan Gunung Kupa di Gunung Sari untuk melakukan jual beli barang. Dalam perjalanan ini, korban meminta pelaku untuk menikahinya, tetapi ditolak.

Korban terus mendesak. Desakan bertubi-tubi ini disebut sebagai alasan pelaku akhirnya membawa korban ke perkebunan karet yang sepi.

”Pelaku bilang ingin membicarakan kehamilan korban di dalam kebun. Tapi, ia langsung mencekik pakai kerudung hingga (korban) tak sadarkan diri,” ucap Salahuddin.

Mulyana sempat memastikan korban sudah meninggal dunia atau belum. Kemudian, ia pulang ke rumah untuk mengambil golok.

Golok ini digunakan untuk mutilasi tubuh korban menjadi beberapa bagian. Sebagian dimasukkan ke dalam karung berwarna putih, lalu dibuang ke aliran sungai. Sisanya ditutup dengan pohon pisang dan kayu bakar yang ada di lokasi pembunuhan.

”Pelaku masih diperiksa. Ia dijerat Pasal 338 KUHP tentang pembunuhan,” ujar Salahuddin.

<<
1
2
Tampilkan Semua
TAG:
#mulitasi
#pembunuhan
#serang
#banten
Berita Terkait
Rekomendasi
1
2
3
4
5
6
7
Indeks Berita