Rudy Susmanto, Sebelum Disambut Mahkota Binokasih Singgah Di Telaga Warna Puncak.
Ia menyebut, riwayat kerajaan Sunda ini sangat luar biasa atau tidak ada duanya. Untuk itu kita harus menjaga leluhur kita
“Siapa lagi kalau bukan kita yang akan menjaga sebagai bagian dari tatar sunda,” ucapnya
Sebelumnya, kata dia, mahkota Binokasih ini pernah dibawa ke Pajajaran. Hanya saja saat itu dibawa ke Kota Bogor.
“Kemaren itu pernah dua tahun di jiarahkan dibawa ke kota Bogor bukan kabupaten Bogor, ini awalan perombakan peradaban budaya yang sangat luar biasa,” tuturnya.
Ia menjelaskan, ada nilai-nilai yang bisa bermanfaat dengan kedatangan Mahkota Binokasih ini ke Kabupaten Bogor khususnya ke Telaga Warna.
Yang pertama Ini adalah nilai literisasi budaya yang dibawa sama orang tua kita, ini harus dijaga. Yang kedua, isi dan kandungan binokasih yang sangat agung buat kita pribadi yaitu silih asih, silah asah dan silih asuh, serta patuh sama bapak dan ibu.
“Dan ini tumbuhan juga hewan harus kita jaga,” imbuhnya.
Sementara, kepala Desa Tugu Utara Asep Makmun Nawawi menyampaikan kirab mahkota Binokasih menjadi bagian edukasi dan upaya pelestarian budaya sunda di Jawa Barat.
“Saya juga berharap selain menjadi bagian edukasi, kedatangan Mahkota ke Puncak ini bisa menjadi magnet wisata, dan ini harus dilakukan setiap tahun sebagai agenda budaya,” kata Asep Ma’mun.


