Politik Dinasti, Isu yang Tidak Penting bagi Masyarakat Indonesia
Saya tidak tahu persis apakah pemahaman saya tentang KKN itu berbeda dengan pandangan mayoritas, tapi yang pasti saya memahami KKN sebagai satu kesatuan dengan yang disebut terdepan merupakan pokok permasalahan.
Korupsi yang disebut pertama, dengan atau tanpa kolusi (persekongkolan, kerjasama dalam konotasi negatif) maupun nepotisme (kekerabatan dan atau pertemanan dekat) korupsi sendiri wajib dicegah sampai dengan diperangi.
Namun persekongkolan selama tidak menuju ke korupsi apa yang harus apa yang harus dihukum, dicegah atau diperangi? Tidak ada. Apalagi nepotisme.
Bahkan kalau kita semua mau jujur, semua orang memiliiki kecenderungan kuat dengan nepotisme. Saat harus dihadapkan pada pilihan untuk orang yang akan membantu kita, baik di organisasi maupun usaha, dari dua orang atau lebih tentu kita cenderung memilih yang sudah kita kenal.
Begitupun dari pilihan yang sama-sama kita kenal, sudah pasti kita cenderung memilih yang lebih dekat.
Itu sudah sangat lumrah dan alamiah.
Jadi selama nepotisme (termasuk politik dinasti) tidak mengarah ke persekongkolan untuk merampok negara atau melakukan kejahatan lainnya, what's wrong with that?
Jadi, menggunakan isu politik dinasti untuk menyerang capres-cawapres tertentu pada hakikatnya adalah serangan untuk ketiga koalisi. Ibarat kata pepatah "satu jari menunjuk orang lain, tiga jari lainnya menunjuk diri sendiri".
Selain itu serangan dengan isu politik dinasti tidak akan mendapatkan simpati yang berarti dari masyarakat luas.


