Panggil Kami UMKM Saja (Bagian 1)
Agus juga mengatakan kalau semua pihak yang berkepentingan juga harus membangun komunikasi yang seimbang sebagai perwujudan tagline: UMKM Adalah Kita.
“Selebihnya, secara pribadi saya mengapresiasi penggagas diskusi ini sebab ternyata, dari sisi ini kita bisa melihat beragam permasalahan yang terjadi pada UMKM kita secara lebih dekat,” imbuh Agus. “Saya juga berharap diskusi pemuda lintas agama seperti ini dapat terus berlanjut dengan topik yang juga lebih beragam.”
Usai Agus Munawar memberikan pemaparan dan sebagai Host Eko kembali mengulasnya, sebuah pesan WA yang agak mengejutkan masuk ke HP saya, dari Ketua Pemuda Batak Bersatu, Juan Situmeang. Dia mengatakan tak bisa menghadiri dengan bahasa agak mendalam sebab pada saat yang sama ia justeru sedang tertimpa musibah:
"Maaf tak bisa hadir, Pak. Ada saudara meninggal di Penawar,” tulis Juan.
Saya sempat terdiam beberapa saat setelah membaca pesan itu meski dalam waktu yang sama, saya segera mengerti mengapa dia begitu sulit dihubungi sejak sore hingga menjelang diskusi dimulai. Sebuah peristiwa duka rupanya sedang menimpa dan dia tentu tak memiliki pilihan sama sekali.
Dengan suara agak berat saya kemudian meminta waktu pada Eko untuk menyampaikan berita duka itu pada semua peserta diskusi agar segera menjawab ketidakhadirannya. Tentu saja, saya sangat mengenal Juan Situmeang sebagai seorang sahabat yang cukup dekat yang dalam hal-hal tertantu kami selalu akan melakukannya bersama-sama. Bahkan, sehari sebelumnya kami juga sudah berkomunikasi untuk melakukan semaca gladi zoom meeting tapi lagi-lagi, dia kembali berhalangan:
“Saya sedang menyiapkan peribadatan di gereja, Pak. Tidak bisa ikut,” kata dia.
Dan saya tahu, dia sama sekali bukan tipikal yang akan mengada-ada dalam hal ini. (BERSAMBUNG/FAJAR)

