Panggil Kami UMKM Saja (Bagian 1)
“Aku dapat giliran pertama soalnya,” jawab saya dan Jhon hanya mengangguk sebelum kemudian kembali ke kursinya.
Benar saja. Meski terlambat selama sepuluh menit, saya akkhirnya berhasil log in dan Eko sempat memberikan jeda waktu beberapa menit sebelum mulai membuka sesi. Sesuai agenda, dia meminta saya berbicara pertama kali dan sebelum melakukannya, saya sempat melirik ke arah Jhon Tanara yang sudah ‘kehilangan’ HP dan kini bergabung dengan Rangga Yusuf, jurnalis Tribun Lampung yang memang sudah tiba sejak awal. Saya juga sempat menggeser-geser layar HP dan melihat beberapa wajah yang sama sekali tidak asing yang salah satunya adalah Plt. Kepala Dinas Komunikasi dan Informasi (Kominfo) Kabupaten Mesuji, Imron.
Hal pertama yang saya sampaikan saat waktu benar-benar diberikan adalah, permohonan maaf Kepala Bidang Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) Dinas Koperasi Perindustrian dan Perdagangan (Koperindag) Kabupaten Mesuji, Endra Oktavandi yang tidak bisa ikut bergabung karena sedang sakit. Saya juga mengatakan kalau kami sempat berkomunikasi terkait acara ini meski tidak banyak.
Boleh dibilang, dalam rentang waktu sepuluh menit yang diberikan Eko itu saya sama sekali tak membicarakan hal-hal teknis sebab memang bukang ahlinya kecuali menjawab beberapa pertanyaan yang sempat berkembang terkait korelasi UMKM dengan pemuda lintas agama yang menjadi penggerak diskusi kali ini.
Untuk pertanyaan itu, saya lalu mengutip dua hadis Nabi Muhmmad SAW: “Sebaik-baik kamu adalah yang bisa memberi manfaat bagi manusia lain,” sebagai konteks betapa pentingnya mendahulukan sikap peduli terutama dalam kondisi sulit. "Sebab siapa yang melepaskan kesusahan saudaranya, maka Allah akan melepaskan kesusahannya pada hari kiamat, begitu pesan baginda nabi."
Setelah itu, saya mulai mengemukakan dasar pertimbangan sikap PDPM Mesuji yang sempat datang ke Rest Area 234 jalan tol Trans Sumatera untuk mengkongsinasikan beberapa produk UMKM yang sudah kami beli dari pelaku usaha kecil dan mikro. Saya menyampaikan bahwa, hal itu adalah bagian dari gerakan ‘Ayo membeli Produk UMKM!’
“Sebab UMKM adalah kita!” ucap saya lalu mengakhiri.
Ketua Gerakan Pemuda (GP) Anshor Kabupaten Mesuji, Agus Munawar, adalah pembicara selanjutnya setelah Eko mengulas sedikit pemaparan saya dan diskusi itu mulai terasa hangat. Dalam hal ini, secara spesifik, Agus Munawar menyoroti tentang pentingnya membangun pola komunikasi yang baik agar pengembangan UMKM benar-benar sampai ke tujuan.
“Karena sebaik apa pun program yang dijalankan, komunikasi yang buruk akan menjadikannya sesak oleh kendala,” kata Anggota DPRD asal PKB ini.


