Mengintip Calon Lawan Indonesia di Piala Dunia U-17 2023
Pelatih Timnas Maroko U-17 Said Chiba bukan nama baru di kalangan sepak bola negara Afrika Utara itu. Chiba pernah memperkuat Timnas Maroko sebanyak 40 pertandingan, sebelum kemudian menjadi pelatih.
Ia memulai karier kepelatihannya ci Qatar Sports Club dan kemudian bekerja sebagai asisten Ezzai Badou di timnas senior Maroko. Ia kemudian pernah melatih sejumlah klub Maroko seperti Chahab Rif Al-Hoceima, Nahdat Zemamra, dan Olympique Safi sebelum menjalankan tugasnya di timnas U-17 saat ini.
Chiba telah memperlihatkan kemampuannya dalam mengasuh para pemain muda, melindungi mereka dari tekanan berat saat Piala Afrika U-17 lalu. Ia juga mampu mengombinasikan bakat-bakat lokal dengan sejumlah pemain Maroko yang berkiprah di luar negeri.
Untuk pemain, Maroko beruntung memiliki banyak pemain yang dapat diandalkan untuk mengisi timnas junior sebelum kemudian naik kelas ke level senior. Dua contoh termudah adalah Sofyan Amrabat dan Ahmed Reda Tagnaouti yang membela Timnas Maroko di Piala Duia U-17 satu dekade silam.
Sedangkan salah satu pemain yang mendapat banyak perhatian di tim Maroko U-17 saat ini adalah kiper Taha Benrhozil. Kiper didikan Mohammed VI Academy ini telah membuktikan ketenangan dan refleksnya berbuah hasil bagus saat tampil di Piala Afrika U-17.
Peluang lolos ke putaran 16 besar:
Dengan melihat statistik, dapat dikatakan bahwa dua tim yang berpeluang besar lolos ke fase selanjutnya adalah Maroko dan Ekuador sebagai juara grup dan tim peringkat kedua.
Namun bukan berarti peluang Indonesia untuk lolos dari grup menjadi nol. Sebanyak empat tim peringkat ketiga terbaik di fase grup masih berpeluang lolos ke 16 besar, maka seandainya Indonesia mampu memberi kejutan pada laga pertama melawan Ekuador dan pertandingan kedua melawan Panama, kans Indonesia untuk melangkah ke tahap berikutnya masih terjaga.
Jadwal Grup A Piala Dunia U-17 2023:


