Kronologis Tewasnya DK, LAI: Pihak Polda Metro Jaya Terkesan Tertutup

Kronologis Tewasnya DK, LAI: Pihak Polda Metro Jaya Terkesan Tertutup
Pihak jajaran kepolisian Polda Jabar saat melakukan evakuasi dan indentifikasi korban penganiayaan oleh para oknum Polisi PMJ di dasar jurang Jalan Raya Purwakarta, Kampung Cirangrang, Desa Sumur Bandung, Kec. Cipatat, Kab. Bandung Barat, Jabar.
HUKUM
Senin, 31 Jul 2023  20:32

Randika menjelaskan, Selasa malam (25/7/2023) istri dan keluarga korban (M), sekitar 20 orang menggunakan 4 mobil, datang ke Rumah Rakyat Aliansi Indonesia, di Pintu II TMII. Istri korban (M) dan keluarga meminta LAI bersedia mendampingi dan mengawal kasus ini hingga terang benderang, karena banyak kejanggalan, jelasnya.

Randika juga menjelaskan, Rabu siang (26/07/2023), pihaknya dan keluarga korban ke RS Bhayangkara Sartika Asih, Bandung, Jawa Barat, untuk penjemputan atau pengambilan jenazah. Sempat terjadi keributan, karena pihak keluarga kaget dan sedikit ada keributan melihat kondisi korban yang hitam dan sudah mulai rusak saat memastikan korban adalah Duk K, sampai akhirnya almarhum dibawa ke Bangkalan dan dimakamkan di TPU Tegarpriyah, Geger, Bangkalan - Madura, Jatim.

Tasan (paman korban) saat dikonfirmasi mengatakan, dirinya tidak percaya ponakannya harus tewas dibunuh karena dianiaya oleh Polisi. Tindakan para oknum sebagai petugas Kepolisian yang harusnya melindungi dan mengayomi masyarakat sangat disayangkan. Hingga saat ini pihak keluarga belum ditunjukkan bukti dan diberitahukan resmi bahwa korban bandar narkoba.  

"Kami meminta kasus ini untuk dituntaskan. Mana buktinya almarhum bandar? BBnya mana, jenisnya apa dan berapa banyak? Kalaupun terbukti kenapa harus diperlakukan seperti itu. Disiksa, dibunuh di buang ke semak-semak seakan korban laka lantas sampai plat nomor diduga diganti dan ban depannya dilepas. Kini kondisi istri dan anak-anaknya almarhum tambah semakin memprihatinkan," jelas Tasan, Minggu (30/07/2023).

8 Hal Janggal Tewasnya Dul Kosim

1. Sekitar jam 5 sore, 7 orang Polisi yang mengaku Direktorat Narkoba Unit 1 Subdit 2 PMJ datang dan menggeledah rumah Dul K, mengambil cincin akik merah dan merampas HP milik istri korban. Salah seorang petugas mengatakan suaminya telah ditahan, M juga mendapatkan perlakuan yang tidak pantas.

2. Ke 7 oknum Polisi tersebut berpamitan kepada ketua RW. 11, sebelum dan sesudah ke rumah korban. Saat ditanya pak RW apakah ketemu korban dan keperluan apa, di antara mereka mengatakan tidak ada dan tidak ada apa-apa. Kuat dugaan kedatangannya tanpa dilengkapi surat tugas dan surat penangkapan.

3. M lalu menghubungi pihak keluarga, Sam (abang korban) dan Tasan (paman korban) yang datang Sabtu Malam dan Minggu Siang ke Ditresnarkoba Unit 1 Subdit 2 PMJ, saat bertemu petugas piket mengatakan bahwa korban, benar berada di Polda, namun petugas jaga piket tidak mengizinkan menemui korban. Menurut petugas jaga Sabtu malam dan Minggu siang, biasanya petugas yang memberikan alamat, benar petugas Narkoba PMJ.

<<
1
2
3
Berikutnya
Tampilkan Semua
TAG:
#polda metro
#polda jabar
#aliansi
#narkoba
Berita Terkait
Rekomendasi
1
2
3
4
5
6
7
Indeks Berita