Ketika Etika Dikritik di Tengah Politik yang Tak Beretika
Rendahnya etika politik itu makin kentara pasca dipilihnya Muhaimin Iskandar (Cak Imin) yang parpolnya masih berada dalam koalisi, namun mulai kerap melontarkan serangan terhadap pemerintah.
"Yang paling vulgar tentu penolakan Cak Imin terhadap IKN yang bukan saja merupakan program pemerintah namun juga amanat undang-undang," lanjut Safei.
Mahfud MD pun yang semula terlihat menahan diri, pada akhirnya ikut juga mengkritik pemerintah.
"Padahal beliau masih seorang menteri, artinya bagian dari pemerintah," kata dia.
Dia menambahkan kritik soal etika terhadap Gibran itu antara standar ganda dalam menerapkan etika atau bahkan kurangnya pemahaman.
"Kalau kurang faham sih seharusnya ngga ya, mereka kan figur publik yang cerdas dan pintar. Mungkin lebih pas menggunakan standar ganda, mungkin juga tidak mau bercermin sehingga tidak bisa melihat rendahnya etika politik pihak mereka sendiri," ujar Safei.
Safei menyimpulkan banyak politikus atau pengamat politik yang tidak berada pada posisi moral yang tepat untuk bicara soal etika.
"Posisi moral itupun saya rasa tak banyak yang tahu, atau yang tahu pura-pura ngga tahu. Yang penting nafsu politiknya tersalurkan," tutupnya. (*)


