Jokowi Presiden yang Mendunia, Kenapa Banyak Dicerca di Negeri Sendiri?

Jokowi Presiden yang Mendunia, Kenapa Banyak Dicerca di Negeri Sendiri?
Ketua Harian Pernusa Andi Hakim (kanan) dan Presiden Jokowi.
NASIONAL
Sabtu, 09 Des 2023  09:19

"Sedangkan di negeri kita sendiri ketidaksukaan itu lebih karena faktor-faktor yang sifatnya subyektif dan emosional. Saya tidak mengatakan yang tidak suka itu tidak ada yang rasional lho ya, tapi lebih banyak faktor emosionalnya," imbuh Ketua Harian Pernusa. 

Faktor subyektif emosional itu, kata Andi, karena Jokowi berasal dari kalangan masyakat biasa, bukan dari elite politik, bukan dari trah tertentu, bukan pula berlatar belakang penjabat tinggi militer maupun sipil. 

"Di masyarakat kita sudah tentu ada yang memiliki preferensi bahwa pemimpin atau presiden itu harus berasal dari kalangan tertentu. Nah, yang memiliki preferensi demikian apalagi yang sangat kuat, apalagi yang sudah sampai ke taraf fanatik, logikanya akan sulit menerima ketokohan seorang Jokowi dan cenderung meremehkan," kata dia. 

Faktor emosional berikutnya yang sangat mungkin berpengaruh, menurut Andi Hakim adalah karena kepentingan, yaitu akibat kepentingan pribadi atau kelompoknya yang terganggu sampai dengan dirugikan dengan kebijakan atau langkah Jokowi. 

"Pembubaran Petral dan ketegasan beliau terhadap radikalisme misalnya untuk menyebut sedikit contoh, tentu sangat berpengaruh," jelasnya. 

Untuk faktor berikutnya Andi Hakim mengungkapkan sebutan atau status "petugas partai" yang sangat melekat dengan Jokowi selama sembilan tahun ini. 

"Memang ada penjelasn tentang 'petugas partai' seperti ini dan begini, namun hal itu tetap tidak bisa melenyapkan citra negatif terkait istilah tersebut yang menimbulkan kesan bahwa Presiden Jokowi di bawah kendali partai," ungkapnya. 

Istilah 'petugas partai' itu yang sejak tahun 2014 hingga beberapa waktu lalu saat Jokowi mulai menunjukkan sikap yang berseberangab dengan partainya, kerap menjadi bahan untuk membully Jokowi. 

"Jadi, pada dasarnya hal-hal negatif terkait Presiden Jokowi adalah hal yang wajar di alam demokrasi, selama masih dalam batas-batas yang wajar. Tapi kalau berlebihan sampai menyerang martabat atau kehormatan baik Pak Jokowi sebagai pribadi atau selaku presiden tentu sangat disayangkan," ujarnya. 

<<
1
2
3
Berikutnya
Tampilkan Semua
TAG:
#jokowi
#pernusa
#andi hakim
Berita Terkait
Rekomendasi
1
2
3
4
5
6
7
Indeks Berita