Jokowi Presiden yang Mendunia, Kenapa Banyak Dicerca di Negeri Sendiri?

Jokowi Presiden yang Mendunia, Kenapa Banyak Dicerca di Negeri Sendiri?
Foto: Ketua Harian Pernusa Andi Hakim (kanan) dan Presiden Jokowi.
NASIONAL
Sabtu, 09 Des 2023  09:19

Joko Widodo (Jokowi) kepemimpinan atau ketokohannya mendapat pengakuan dunia internasional, setidaknya tercermin masuknya Jokowi ke dalam 100 tokoh paling berpengaruh di dunia versi majalah Times tahun 2014 dan 2015. Lalu masuk ke dalam 75 tokoh paling berpengaruh versi Majalah Forbes, dan sejak tahun 2014 hingga tahun 2023 Jokowi tidak pernah absen selalu masuk ke dalam 50 tokoh muslim paling berpemgaruh. 

Kemudian Indonesia di tahun 2020 menjadi presidensi G-20, dan tak bisa dianggap remeh saat Indonesia terpilih menjadi tuan rumah Piala Dunia U-20 2023 meskipun dibatalkan untuk selanjutnya terpilih menjadi tuan rumah Piala Dunia U-17 2023.

Memang presidensi Indonesia di G-20 serta terpilihnya Indonesia memjadi tuan rumah piala dunia tidak langsung terkait Jokowi pribadi, namun sulit dipungkiri meningkatnya kepercayaan dunia internasional terhadap Indonesia di masa pemerintahan Jokowi. 

Baca juga: Yang `Ngga` Suka Jokowi itu Sekitar 40 Juta Orang, Artinya Sangat Banyak

Dan tentu saja tidak bisa dilupakan adalah diutusnya Jokowi oleh Organisasi Kerjasama Islam (OKI) untuk mewakili OKI menemui Presiden Amerika Serikat (AS) Joe Biden guna mencari penyelesaian konflik Israel-Hamas di Palestina yang sudah banyak memakan korban jiwa. 

OKI memilih mengutus Jokowi sudah pasti dilandasi pertimbangan serta kepercayaan yang sangat tinggi bahwa Jokowi akan lebih didengar oleh negara adi kuasa tersebut yang merupakan pendukung utama Israel. 

Sekelumit contoh-contoh diatas menunjukan bahwa Jokowi adalah sosok yang mendunia, dipercaya, disegani dan dihormati dalam pergaulan internasional. 

Lantas kenapa justru di negeri sendiri Jokowi sangat sering dicerca? AliansiNews meminta pandangan Ketua Harian Perjuangan Rakyat Nusantara (Pernusa), Andi Hakim, terkait masalah tersebut. 

Baca juga: Ekspresi Data: Mengapa Susah Mengikis Popularitas Jokowi?

"Pertama kita harus fahami bahwa mustahil Pak Jokowi atau siapapun akan disukai semua orang. Jadi itu fenomena yang wajar. Yang tidak suka yang sering disebut dengan istilah `haters` wajar jika mengekspresikan ketidaksukaannya itu melalui bullyan, cercaan, kritik dan sebagainya," ujar Andi Hakim. 

Praktisi hukum senior itu mengatakan Jokowi mendunia karena dunia internasional lebih dominan menggunakan parameter-parameter yang terukur, obyektif dan rasional, seperti rekam jejak atau kebijakan-kebijakan Jokowi. 

Hal:
1
2
3
Berikutnya
Formasi Indonesia Satu Jaro Ade
TAG:
jokowi
pernusa
andi hakim
Berita Terkait
Selengkapnya