Advertisement

Berbagai kejanggalan penangkapan Pegi diungkap, Kepada ibunya Pegi bilang jadi tumbal orang penting

HUKUM
Kamis, 23 Mei 2024  21:54
Berbagai kejanggalan penangkapan Pegi diungkap, Kepada ibunya Pegi bilang jadi tumbal orang penting
Foto: Ibunda Pegi (kiri) bersama kuasa hukum Sugianti Iriani.

Berbagai kejanggalan terkait ditangkapnya Pegi, seorang kuli bangunan, satu persatu diungkap.

Setelah warganet (netizen) menyoroti perbedaan ciri-ciri yang disebutkan dalam DPO dengan sosok Pegi yang ditangkap, kini kuasa hukum dan ibunda Pegi buka suara.

Advertisement

Sugianti Iriani, kuasa hukum Pegi mengungkap perbedaan ciri-ciri fisik dan usia DPO dengan Pegi yang ditangkap polisi pada Selasa (21/5/2024) malam, di Kota Bandung, Jawa Barat.

"Saat kemarin saya mendampingi Pegi membuat berkas acara pemeriksaan (BAP), dasar polisi menangkapnya karena DPO. Namun yang buat saya enggak yakin, di DPO yang dirilis oleh kepolisian itu usianya 31 tahun, rambut ikal dan tinggi 160 sentimeter serta alamat di Banjarwangunan. Sementara Pegi kan tinggal di Kepongpongan, lalu usia Pegi sekarang 27 tahun sehingga dari data DPO juga janggal," ujar Sugianti, Kamis (23/5/2024).

Sugianti juga menyayangkan penggeledahan yang dilakukan polisi pada Rabu (22/5/2024) di kediaman Pegi di Desa Kepongpongan, Kecamatan Talun, Kabupaten Cirebon, Jawa Barat, tanpa sepengetahuannya. 

Advertisement Jaro Ade

Sementara itu, kepada ibunda yang menjenguknya, Pegi kembali menegaskan kalau dirinya sama sekali tidak melakukan apa yang dituduhkan polisi kepadanya.

"Ya sudah mak, ini setelah mamah pulang, kali Pegi enggak ada umur, Pegi minta maaf sama mamah sama papah. Pegi biarin jadi tumbal orang penting, pejabat, Pegi enggak melakukan apa-apa, seandainya Pegi mati, Pegi mati syahid," ungkap Kartini, ibunda Pegi menirukan ucapan anaknya ketika berada di Mapolda Jawa Barat, Kamis (23/5/2024).

Ungkapan Pegi itu membuat Kartini begitu terpukul. "Saya kan seorang ibu ya, dengar kaya begitu hati saya gimana gitu. Saya bilang jangan begitu nang (nak) insyaallah Allah itu Maha Tahu, entah kapannya kamu akan bebas, kalau iya kamu enggak melakukan seperti ini," ucap Kartini.

Advertisement

Kartini meminta anaknya untuk teguh pada pendiriannya untuk tidak mengaku jika dipaksa polisi terlibat dalam pembunuhan Vina dan Eky di Cirebon pada 2016 silam. 

1
2
Berikutnya
TAG:
vina cirebon
polda jabar
pegi
perong
pembunuhan

Berita Terkait
1
2
3
4
5
6
7

Patahkan omongan Menko PMK soal korban judi online dapat bansos, Jokowi: Enggak ada!

Nasional   Rabu, 19 Jun 2024  14:49

Kantor pelayanan Pajak Pratama Kotabumi Lakukan Penyembelihan Hewan Kurban Pada Idul Adha 2024..

Lampung   Rabu, 19 Jun 2024  14:33

Jaro Ade minta APDESI Kabupaten Bogor jaga kekompakan saat pemilihan ketua

Bogor Raya   Rabu, 19 Jun 2024  14:23

Jokowi tinjau program Pompanisasi sawah tadah hujan di Klaten

Nasional   Rabu, 19 Jun 2024  13:10

Musholla At-Taqwa Qurban Satu Ekor Sapi, Tujuh Ekor Kambing

Sumsel   Rabu, 19 Jun 2024  13:02
Karena jalani ilmu kebatinan, seorang ayah tega gorok anaknya yang masih balita
Mobil mewah Porsche seruduk truk di Tol Dalam Kota, pengemudi tewas
Kapolres OKI AKBP Hendrawan Susanto, SH, SIK Bedah rumah  milik warga desa adat Darma Karti Cahaya Mas Kec. Mesuji Makmur
PJ Bupati Bogor perintahkan Inspektorat tindak lanjuti temuan pungli di ratusan sekolah

Gunung Semeru alami erupsi pagi ini

PERISTIWA   Rabu, 19 Jun 2024  09:24

Merapi muntahkan awan panas sejauh 1.500 meter, masyarakat diminta waspada

PERISTIWA   Rabu, 19 Jun 2024  08:56

Serentak Tayang 20 Juni di 35 Kota, Nurdin Ajak Masyarakat Tonton Film LAFRAN

BANTEN   Rabu, 19 Jun 2024  08:36

15 personel Polrestabes Medan DPO, ada yang desersi dan terlibat perampokan

HUKUM   Rabu, 19 Jun 2024  02:44

Lembaga Garuda Sakti (LGS) DPD Sukabumi Gelar Menyembelih Hewan Qurban di Hari Raya Idul Adha..

JABAR   Selasa, 18 Jun 2024  22:35

Terekam CCTV serang warga di Tangerang, 50 anggota geng motor diburu polisi

HUKUM   Selasa, 18 Jun 2024  22:35

Pria ngamuk dan tusuk empat orang saat malam Takbiran, dua tewas

BOGOR RAYA   Selasa, 18 Jun 2024  22:14

Dua ormas bentrok di Pasar Minggu Jaksel, langsung dirujak netizen

PERISTIWA   Selasa, 18 Jun 2024  21:46

Gempa darat Magnitudo 2,5 guncang Cianjur Jawa Barat

PERISTIWA   Selasa, 18 Jun 2024  21:20

Cabuli anak tiri di bawah umur, pria di Jasinga dibekuk polisi

BOGOR RAYA   Selasa, 18 Jun 2024  19:52

OPM masih meneror Bibida - Papua Tengah, TNI ungsikan warga ke gereja

INFO PAPUA   Selasa, 18 Jun 2024  18:08

Jemaah haji Indonesia yang wafat di tanah suci sebanyak 142 orang

NASIONAL   Selasa, 18 Jun 2024  16:50

Buru pelaku pengeroyokan bos rental di Sukolilo - Pati, Polda Jateng bentuk tim khusus

HUKUM   Selasa, 18 Jun 2024  15:30

Wajah jambret di CFD Jakarta terekam jelas, polisi masih memburunya

HUKUM   Selasa, 18 Jun 2024  14:27

Banjir di Sorong Selatan akibatkan tiga kampung terendam, warga mengungsi ke hutan

INFO PAPUA   Selasa, 18 Jun 2024  13:23

Stres disebut penyebab hewan kurban ngamuk. Kenapa dan bagaimana mencegahnya?

PERISTIWA   Selasa, 18 Jun 2024  12:27

Relawan sosialisasikan dan mantapkan barisan dukung Jaro Ade sebagai calon Bupati Bogor

BOGOR RAYA   Selasa, 18 Jun 2024  11:00

Gegara gagal menyalip, penumpang ojol tewas terlindas bus di Jalan Raya Bogor

PERISTIWA   Selasa, 18 Jun 2024  10:39

Di Sleman, 2 bocah kena tendang sapi kurban yang lepas hingga sejauh 3 km

PERISTIWA   Selasa, 18 Jun 2024  01:04

Sapi kurban seberat 710 kg stres dan ngamuk di Pasar Rebo, 2 motor rusak kena seruduk

PERISTIWA   Selasa, 18 Jun 2024  00:43
Selengkapnya