Babak Baru Kasus BUMDes Pungsari Plupuh Sragen, Kades di Duga Selain Tilep Dana Juga Gadaikan Motor Dinasnya. Bupati: Saya Berhentikan Sementara Jabatannya
Terpisah, Kasi Intel Kejari Sragen Mujib Syaris mencuplik adanya bocoran, bahwa pihak Kejari sudah menerbitkan surat perintah penangkapan dugaan pelanggaran anggaran BUMDes Pungsari. Dikatakannya, sejauh ini memang ada sebagian uang yang sudah dikembalikan oleh Kepala Desa Pungsari, namun belum lunas hingga waktu yang telah ditentukan.
"Benar ada surat edaran dari Jaksa Agung terkait penanganan dugaan tindak pidana korupsi, perihal keuangan Desa. Ada MoU dari tiga lembaga negara, Kejaksaan Agung, Kepolisian dan hukum dalam negeri. Kami lebih mengutamakan pembinaan, tapi pembinaan itu tidak serta merta, kami kasih deadline. Ketika tidak ada penyelesaian, kami tingkatkan ke penyidikan," bebernya.

Kemudian, ikhwal beredarnya kasus yang menimpa Kepala Desa Pungsari, Joko Sarono inipun, selain mencuat kepublik juga sampai ketelinga Bupati Sragen Kusdinar Untung Yuni Sukowati. Dia mengaku sudah berupaya untuk melakukan mediasi hingga memberi peringatan kepada Joko Sarono agar secepatnya menyelesaikan masalah tersebut.
Lanjut Yuni, berhubung Kades Joko Sarono tidak menunjukkan iktikad baik dan belum mengembalikan uang BUMDes sebanyak Rp200 juta yang tidak dikembalikannya sejak tahun 2019 itu, dan kemudian sampai berproses sesuai prosedur aturan serta aturan yang berlaku, pihaknya terpaksa mengeluarkan surat pemberhentian sementara.
Dalam hal ini Kades Joko Sarono secara resmi telah diberhentikan sementara dari jabatannya sebagai Kepala Desa Pungsari selama 3 bulan, disisi lain sembari menunggu proses penyidikan di Kejaksaan Negeri Sragen yang saat ini masih berjalan.
"Saya nyatakan pemberhentian sementara, biar Dia (Kades Pungsari) menyelesaikan kewajiban-kewajiban dengan beberapa hal yang ia lakukan, sekarang dalam proses penyidikan di Kejaksaan," tegasnya.
Bupati juga menambahkan, pihaknya telah beberapa kali mencoba untuk melakukan mediasi, serta memberikan peringatan tegas terhadap Kades Pungsari. Namun Yuni terkesan kecewa, dikarenakan pihak Kades Joko seperti setengah-setengah dan kurang adanya etika niat baik mengembalikan apa yang menjadi kewajibannya.
Kejengkelan Yuni yang lain yakni adanya informasi motor dinas Kades Pungsari saat ini kabarnya raib, padahal motor Yamaha Nmax merah sebagai dinas itu belum lama secera serentak dibagikan terhadap seluruh Kepala Desa se-Kabupaten Sragen sebagai fasilitas juga operasional kinerja.


