Babak Baru Kasus BUMDes Pungsari Plupuh Sragen, Kades di Duga Selain Tilep Dana Juga Gadaikan Motor Dinasnya. Bupati: Saya Berhentikan Sementara Jabatannya
Terpisah, Kabiro Media Aliansi Indonesia eks Soloraya, Awi, yang turut serta memonitor dari awal dan mengawal jalanku kasus Desa Pungsari Plupuh tersebut sangat apresiasi perihal ketegasan Kajari Sragen dalam menangani kasus tersebut.
Dia membeberkan, perihal kasus BUMDes yang ada di Desa Pungsari Kecamatan Plupuh itu sebenarnya dalam hasil audit terdapat nilai aset yang keseluruhannya mencapai sekitar Rp 500 juta. BUMDes yang ada di Pungsari diklaim juga terdapat dugaan berbagai kefiktifan maupun adanya manipulasi-manipulasi.
Soal kepengurusan BUMDes Pungsari, lanjut Awi, dalam pengelolaan diduga juga adanya ketidak transparanan dalam menjalankannya khususnya seputar admninistrasi. Lalu terkuaknya soal anggaran dana BUMDes yang dipakai pribadi sejak tahun 2019 oleh Kades Pungsari sejumlah Rp 200 juta itu menurutnya hanya bagian yang menyolok saja. Disisi lain, Awi menduga juga adanya keterlibatan pihak-pihak oknum lain yang terlibat didalamnya, baik didalam birokrasi maupun pihak luar.
"Kasak kusuk seputar pengelolaan BUMDes Pungsari itu sebenarnya sudah lama, cuma banyak yang bungkam juga nggak berani membongkar. Nah, sepintas ada bahasa dugaan penyimpangan lain, sebenarnya sederhana, salah satunya pernah disentil Inspektorat, kenapa kok sampai dihimbau membuat BUMDes lagi, sampai pengurus hingga legalitas baru semua. Bagi yang cerdas tanggap alias connect, ini anggaran Desa lho," ungkapnya.
Awi menambahkan, dimana adanya data dari salah satu narasumber di Kader Pemberdayaan Masyarakat Desa (KPMD) Pungsari, inisial AZ. Narasumber yang merupakan mantan pengurus BUMDes Pungsari ini mengungkap bahwasanya nilai aset keseluruhan di BUMDes sekira Rp 500 juta. Dampak yang terjadi jalannya kegiatan BUMDes pun banyak terkendala dikarenakan anggaran dana yang tidak sedikit ditahan dan dipakai oleh Kades Pungsari sendiri.
"Dengan berjalannya waktu, perihal yang seharusnya jadi dapur rumah tangga di Pemdes Pungsari meledak. Terjadi setelah tak adanya titik temu, berbagai tokoh masyarakat beberapa kali mediasi dan menanyakan kepihak Kades selama ini, namun tak kunjung tercerahkan. Otomatis untuk menyelesaikannya dengan prosedural serta secara aturan yang berlaku, baik dari Inspektorat hingga kini ditangani Kejari. Semua diserahkan sepenuhnya pada pihak berwenang, semoga kasus ini bisa segera tuntas dan menemukan titik terang," imbuhnya.
Saat dikonfirmasi awak media beberapa waktu lalu terkait kasus dugaan korupsi BUMDes Pungsari yang menimpanya dan saat ini ditangani oleh Kejari Sragen, oleh Kepala Desa Pungsari Joko Sarono enggan memberikan keterangan.
"Silahkan ditanyakan ke pihak Inspektorat juga, saya siap bertanggungjawab,” katanya.
Dia juga menyampaikan saat ini katanya sudah membentuk pengelola BUMDes yang baru. Namun hingga saat ini untuk ranah kepelantikan belum dilakukan oleh pula.


