Greenpeace desak Prabowo serius tangani krisis iklim hingga biaya hidup

Greenpeace desak Prabowo serius tangani krisis iklim hingga biaya hidup
Spanduk demo Greenpeace Indonesia.
PERISTIWA
Selasa, 20 Okt 2026  14:07

Greenpeace Indonesia mendesak pemerintahan Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming Raka lebih serius menangani krisis iklim yang dinilai semakin membebani kehidupan masyarakat.

Dalam dua tahun pemerintahan tersebut, berbagai bencana seperti banjir bandang, kebakaran hutan dan lahan (karhutla), serta cuaca ekstrem terus menjadi ancaman bagi keselamatan dan penghidupan warga.

Greenpeace menilai krisis iklim tidak hanya berdampak pada lingkungan, tetapi juga menekan pendapatan, daya beli, dan kemampuan masyarakat memenuhi kebutuhan sehari-hari.

Nelayan serta pekerja sektor gig, termasuk pengemudi ojek daring dan pekerja lepas, disebut sebagai kelompok yang paling rentan terdampak.

Desakan tersebut disampaikan Greenpeace Indonesia melalui aksi damai tanpa kekerasan di kawasan Bundaran Hotel Indonesia (HI), Jakarta Pusat, Selasa (20/10/2026), bertepatan dengan 2 tahun pemerintahan Prabowo-Gibran.

Pada aksi itu, para aktivis membentangkan dua spanduk berukuran besar dari atas Patung Selamat Datang.

Spanduk pertama bertuliskan “Tangani Krisis Iklim, Turunkan Biaya Hidup” dan menghadap ke arah Istana Merdeka.

Sementara itu, spanduk kedua bertuliskan “Bencana Makin Parah, Hidup Makin Susah, Apa Kerja Pemerintah?” dan menghadap ke sisi selatan Bundaran HI.

Juru Kampanye Keadilan Iklim Greenpeace Indonesia, Jeanny Sirait, mengatakan dampak krisis iklim semakin memperburuk kualitas hidup masyarakat, terutama kelompok pekerja yang berada dalam kondisi ekonomi rentan.

1
2
3
Berikutnya
Tampilkan Semua
TAG:
#greenpeace
#demo
#jakarta
Lembaga Aliansi Indonesia
Berita Terkait
Rekomendasi
1
2
3
4
5
6
7
Indeks Berita