Dari Gedung Bhayangkara SPN Sumsel, Calon Bintara Diajak Jadi Garda Depan Tangkal Ekstremisme

Dari Gedung Bhayangkara SPN Sumsel, Calon Bintara Diajak Jadi Garda Depan Tangkal Ekstremisme
SPN Polda Sumsel
SUMSEL
Jumat, 24 Jul 2026  20:19

PALEMBANG, Aliansinews"– 

Dalam upaya memperkuat ketahanan ideologi di tubuh Polri, Tim Cegah Satgaswil Densus 88 AT Polda Sumatera Selatan menggelar Sosialisasi Pencegahan Paham Intoleransi, Radikalisme, Ekstremisme, dan Terorisme (IRET) kepada 131 Siswa Pendidikan Pembentukan Bintara Polri TA. 2026 SPN Polda Sumsel.

Kegiatan berlangsung pada Jumat, 24 Juli 2026 pukul 08.00 s.d 10.00 WIB di Gedung Bhayangkara SPN Polda Sumsel. Hadir sebagai pemateri Briptu Muhammad Alfarezi, S.H. Kegiatan ini juga dihadiri PLT Ka SPN Polda Sumsel Kombes Pol. Yusantiyo Sandhy, S.H., http://M.Si, Kabag Jarlat AKBP Henry Ambaruan, S.H., M.H, dan Paur Korsis AKP Dedi Hariyanto, S.H.

Dalam pemaparannya, Tim Cegah Satgaswil Sumsel menekankan bahwa pemahaman terhadap bahaya IRET harus ditanamkan sejak masa pendidikan. Calon anggota Polri disebut sebagai garda terdepan dalam menjaga keamanan, persatuan, dan kebhinekaan bangsa.

“Polri tidak hanya bertugas menegakkan hukum, tetapi juga menjadi teladan dalam menjaga toleransi. Pemahaman yang keliru terhadap agama, ideologi, maupun kondisi sosial bisa menjadi pintu masuk paham radikal,” ujar Briptu Muhammad Alfarezi.

Mengenal RMVE, IMVE, dan NVE

Materi yang menjadi perhatian peserta adalah penjelasan tentang tiga kategori utama ekstremisme kekerasan yang saat ini menjadi perhatian Densus 88 AT Polri:

- RMVE (Religiously Motivated Violent Extremism)

Ekstremisme kekerasan yang dimotivasi oleh tafsir agama secara sempit dan eksklusif. Pelaku meyakini kelompok lain berbeda keyakinan sebagai musuh dan menghalalkan kekerasan atas nama agama.
- IMVE (Ideologically Motivated Violent Extremism)

1
2
3
Berikutnya
Tampilkan Semua
TAG:
#
Lembaga Aliansi Indonesia
Berita Terkait
Rekomendasi
1
2
3
4
5
6
7
Indeks Berita