Tiga Jenderal Ditahan, RAJAWALI Dukung Desakan YLBHI: Jangan Berhenti di Pelaksana, Usut Siapa Dalangnya

Tiga Jenderal Ditahan, RAJAWALI Dukung Desakan YLBHI: Jangan Berhenti di Pelaksana, Usut Siapa Dalangnya
 
BOGOR RAYA
Rabu, 04 Nov 2026  13:00

Bogor - Aliansinews id. Rangkulan Jajaran Wartawan dan Lembaga Indonesia (RAJAWALI) menyampaikan sorotan mendalam terkait perkembangan kasus dugaan penyadapan terhadap Presiden Prabowo Subianto. 

Beberapa waktu lalu, di tengah kehangatan acara Panen Raya Tebu TNI di Malang, Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, melontarkan candaan yang saat itu disambut gelak tawa: 

"Nanti ada pertandingan antar jenderal-jenderal, saya wasitnya." Kini, kalimat tersebut terasa semakin bermakna dan nyata setelah terungkapnya kasus dugaan penyadapan terhadap Presiden sendiri yang menjerat mantan Kapolri Listyo Sigit Prabowo beserta dua perwira tinggi Polri lainnya.

 DARI KELAKAR MENJADI REALITA

Pada Jumat, 17 Juli 2026, di hadapan jajaran TNI dan Polri, Prabowo berkelakar akan menjadi wasit pertandingan antar jenderal. Saat itu, tak banyak yang menangkap makna di balik perumpamaan tersebut.

Namun pada Selasa, 3 November 2026, publik dikejutkan dengan pengumuman Bareskrim Polri yang menetapkan tiga orang tersangka dalam kasus dugaan penyadapan tanpa prosedural terhadap Presiden Prabowo Subianto:

- LSP — Mantan Kapolri, Jenderal Listyo Sigit Prabowo
- ASN — Kadivkum Polri, Irjen Ahrie Sonta Nasution
- EH — Irjen Pol Eko Hadi Santoso

Ketiga tersangka kini ditahan di Rutan Mabes Polri untuk pemeriksaan lebih lanjut. Kasus ini bermula dari laporan seorang anggota polisi yang menemukan dugaan penyadapan ilegal, penghapusan data elektronik, dan akses tanpa izin yang dilakukan terhadap nomor telepon Presiden, pejabat negara, tokoh politik, media, lembaga swadaya masyarakat (LSM), hingga pengusaha.

DESAKAN TEGAS YLBHI:

1
2
3
4
Berikutnya
Tampilkan Semua
TAG:
#
Lembaga Aliansi Indonesia
Berita Terkait
Rekomendasi
1
2
3
4
5
6
7
Indeks Berita