Polisi tunggu tes DNA untuk pastikan kerangka di Kwitang adalah pendemo hilang
Keluarga dari Reno dan Farhan disebut telah mendatangi Laboratorium Forensik Polri untuk memberikan sampel DNA. Hasil uji laboratorium itu akan menjadi kunci utama dalam memastikan apakah kerangka yang ditemukan di puing gedung ACC benar milik dua aktivis tersebut.
“Keluarga kedua nama tersebut sudah melakukan uji sampling di Labfor Polri, kita masih menunggu hasilnya keluar,” tambah Roby.
Sementara itu, manajemen Astra Credit Companies menegaskan gedung ACC di Kwitang sudah tidak digunakan sejak kebakaran besar pada Agustus 2025.
EVP Corporate Communication ACC, Riadi Prasodjo menyatakan bahwa seluruh aktivitas operasional di lokasi tersebut telah dipindahkan sebelum insiden terjadi, dan setelah kebakaran, gedung benar-benar dikosongkan.
“Setelah aksi demo yang menyebabkan kebakaran pada 29 Agustus 2025, Gedung ACC Kwitang tidak lagi digunakan karena mengalami kerusakan parah. Tidak ada kegiatan di dalam maupun di sekitar gedung sejak saat itu,” terang Riadi, Sabtu (1/11/2025).
Riadi menambahkan, proses pemulihan gedung baru dimulai beberapa minggu terakhir, seiring upaya perusahaan menilai kerusakan untuk menentukan apakah bangunan masih bisa diperbaiki atau harus dibongkar total.
Hingga berita ini diturunkan, tim forensik RS Polri masih bekerja mengidentifikasi kerangka manusia yang ditemukan. Polisi belum dapat memastikan identitas maupun jenis kelamin korban, serta masih menunggu hasil pemeriksaan DNA untuk memastikan apakah keduanya memiliki kaitan dengan dua aktivis yang hilang.
Penemuan ini menambah panjang daftar misteri pascademonstrasi Agustus lalu, yang sempat diwarnai bentrokan dan kebakaran sejumlah fasilitas publik. Publik kini menantikan hasil investigasi forensik untuk mengungkap siapa sebenarnya dua korban yang ditemukan di reruntuhan gedung ACC tersebut dan apakah mereka merupakan bagian dari tragedi yang lebih besar di balik aksi unjuk rasa itu.


